Kriminalitas Turun 32% Sepanjang 2025, Polresta Sidoarjo Catat 579 Kasus Berhasil Ditekan

Siska Prestiwati
30 Dec 2025 17:45
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Polresta Sidoarjo mencatat penurunan angka kriminalitas yang cukup drastis sepanjang 2025. Total kejahatan yang terjadi hanya 1.216 kasus, turun 32% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.765 kasus. Artinya, selama 12 bulan terakhir, ada 579 kasus kriminal yang berhasil ditekan di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menyampaikan bahwa tren penurunan ini menjadi indikator bahwa upaya pencegahan dan penegakan hukum berjalan lebih efektif. “Alhamdulillah, ini menjadi bahan evaluasi kami. Meski angka kriminalitas menurun, upaya pencegahan tetap terus kami tingkatkan,” ujarnya di depan para wartawan pada acara Rilis Akhir Tahun 2025, di Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo, Selasa (30/12/2025) sore.

Menurutnya, penurunan tersebut merupakan hasil penguatan langkah preventif di seluruh jajaran. Polresta Sidoarjo mengintensifkan patroli polisi presisi, patroli kota presisi, patroli ideologis, serta optimalisasi kinerja Satreskrim dalam pengungkapan kasus selama setahun terakhir.

Kapolresta juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang disebut berpengaruh besar terhadap menurunnya tindak kriminal. Sistem keamanan lingkungan di desa-desa, pengaktifan kembali pos kamling, serta budaya cepat melapor dinilai mempercepat penanganan kasus dan mencegah kejahatan sejak dini. “Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Dari sisi penyelesaian perkara (crime clearance), Polresta Sidoarjo juga mencatat capaian positif. Pada 2024 terdapat 2.095 perkara yang berhasil diselesaikan, sedangkan sepanjang 2025 sebanyak 1.442 perkara. Jika dibandingkan dengan total kejahatan, tingkat penyelesaian kasus justru meningkat dari 117% pada 2024 menjadi 118% di tahun 2025. “Perhitungan crime clearance adalah jumlah kasus yang kami selesaikan dibanding total laporan kriminal pada tahun berjalan,” jelasnya.

Kasus menonjol sepanjang 2025 banyak didominasi kejahatan konvensional. Satreskrim Polresta Sidoarjo tercatat mengungkap seluruh kasus pembunuhan, yaitu sebanyak 4 TKP. “Ini kerja keras luar biasa dari tim Satreskrim kami,” tambah Christian.

Namun, kasus narkoba justru menunjukkan peningkatan. Pengungkapan kasus naik dari 320 kasus (2024) menjadi 372 kasus (2025) atau meningkat 16,25%. Jumlah tersangka juga melonjak dari 385 menjadi 491 orang, naik 27,53%. Seluruh kasus tersebut berhasil diselesaikan 100%. Barang bukti yang disita antara lain ganja 3.956,39 gram, sabu 12.970,97 gram, 1.799 butir ekstasi, dan 69.994 butir pil dobel L. Salah satu kasus terbesar adalah pengungkapan 9,11 kg sabu dengan dua tersangka.

Di bidang lalu lintas, angka pelanggaran tilang pada 2025 turun menjadi 17.185 kasus atau 47,12% lebih rendah dari tahun sebelumnya. Teguran juga merosot menjadi 13.640 kasus, turun 67,24%. Meski jumlah kecelakaan relatif stabil, angka fatalitas menurun drastis dari 140 korban meninggal (2024) menjadi hanya 33 korban (2025).

Kapolresta menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil sinergi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait melalui edukasi keselamatan, perbaikan infrastruktur, serta penanganan titik rawan kecelakaan. “Capaian dan penghargaan sepanjang 2025 adalah hasil kerja bersama. Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya

13-03-2026

5-5-2026