Hutan Kota Sidoarjo Kumuh, Ketua DPRD Desak Jadi Ruang Edukasi

Siska Prestiwati
9 Oct 2026 10:03
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo didesak untuk menggenjot perluasan kawasan hijau dan memaksimalkan pengelolaan hutan kota. Langkah ini dinilai vital guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung terwujudnya program ruang terbuka hijau yang asri di wilayah Sidoarjo.

​Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, menegaskan pentingnya peran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo sebagai sektor penggerak utama. Menurutnya, DLHK harus memiliki basis data yang komprehensif terkait ketersediaan taman kota maupun lahan hijau yang tersebar di seluruh wilayah Sidoarjo.

​”DLHK harus punya data pasti terkait taman kota dan lahan hijau. Pemetaan yang jelas sangat penting untuk menentukan pemanfaatannya ke depan, apalagi penataan lingkungan yang asri menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” kata Abdillah Nasih.

Dua hutan kota sidoarjo yang berhadapan namun kurang dimaksimalkan pemanfaatan. Dok : Siska Prestiwati

​Ia menyayangkan kondisi tutupan hijau di Sidoarjo yang saat ini masih belum memenuhi target ideal. Oleh karena itu, DLHK dituntut untuk menyusun strategi konkret demi mengoptimalkan seluruh potensi taman dan hutan kota yang ada.

​Perhatian khusus disorot pada keberadaan hutan kota di belakang kantor Bawaslu Kabupaten Sidoarjo. Kawasan tersebut dinilai memiliki peran strategis yang tidak sekadar berfungsi sebagai taman biasa, melainkan sebagai paru-paru kota.

​”Sebuah daerah tidak mungkin terus ditumpuki bangunan semen tanpa diimbangi kawasan hijau. Hutan kota di belakang Bawaslu itu bagian penting dari paru-paru kota yang berfungsi menjaga kualitas udara di tengah padatnya pembangunan,” ujar Politisi PKB tersebut.

​Namun, kondisi hutan kota di tengah pusat pemerintahan Sidoarjo tersebut sangat memprihatinkan. Minimnya perhatian dan perawatan membuat kawasan potensial itu tampak terbengkalai.

​”Kami prihatin melihat kondisi hutan kota yang berada tepat di tengah kota ini sangat tidak terawat. Aliran sungai di sekitarnya sudah lama tidak dinormalisasi hingga tampak kotor, padahal di sana ada pohon-pohon langka seperti ketepeng berukuran besar yang memiliki nilai potensi tinggi,” tegasnya.

​Abdillah mengusulkan agar kawasan hutan kota dikembangkan menjadi ruang konservasi sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda. Penanaman vegetasi langka khas daerah dinilai mampu memberikan dampak edukatif yang nyata.

​”Hutan kota ini bisa ditanami kembali dengan pohon-pohon yang mulai sulit dijumpai, seperti juwet, waru, kenetu, sawo, hingga kecapi. Ini penting agar anak-anak sekolah bisa melihat dan mengenalnya secara langsung, tidak hanya sekadar membaca dari buku,” lanjutnya.

​Agar pembenahan dapat segera direalisasikan, DPRD Sidoarjo mendorong DLHK untuk bergerak cepat memprioritaskan anggaran penataan kawasan hijau dalam perencanaan pembangunan mendatang.

​”Terkait Rencana Kerja (Renja) 2027, kami dorong DLHK untuk segera memasukkan perubahan Renja. Dengan begitu, usulan penataan dan penyehatan hutan kota ini bisa langsung dibahas bersama DPRD,” pungkas Abdillah.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia