Ledakan Gas di Pakuwon Buat 5 Korban Dirawat, Ning Lia Minta Evaluasi K3

Siska Prestiwati
6 Oct 2026 12:07
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas insiden ledakan tabung gas yang terjadi di kawasan Pakuwon, Surabaya. Musibah ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan material, tetapi juga menyebabkan lima warga mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo.

​”Yang pertama, kita turut prihatin dan bersedih atas musibah ledakan akibat tabung gas di Pakuwon, Surabaya. Terlebih bukan kerusakan material, namun juga membuat lima warga menjadi korban luka yang kini masih rawat intensif di RSUD Soetomo,” ujar perempuan yang akrab disapa Ning Lia tersebut.

​Di samping menyampaikan rasa prihatin, Senator asal Jatim ini memberikan apresiasi penuh atas penanganan cepat yang dilakukan oleh tim medis RSUD Dr. Soetomo terhadap para korban. Ia juga mendorong aparat berwenang untuk mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.

​”Kita berharap investigasi yang dilakukan pihak berwajib memberikan hasil detail komprehensif sebagai bentuk analisa cara pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di manapun,” tegasnya.

​Pentingnya Penerapan SOP dan K3 di Sektor Usaha

​Menyikapi insiden ini, Ning Lia menekankan pentingnya evaluasi manajemen internal, terutama bagi para pelaku usaha dalam mengidentifikasi potensi bahaya (hazard) di lingkungan kerja. Menurutnya, pemahaman mengenai pencegahan hingga langkah antisipasi saat terjadi kecelakaan kerja harus menjadi perhatian utama.

​Ia mendorong instansi terkait untuk aktif memberikan pendampingan dan sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai sektor usaha yang berisiko.

​”Maka sosialisasi K3 di berbagai sektor usaha yang memiliki risiko kerja adalah hal yang harus dilakukan melalui pendampingan yang objektif dari instansi terkait. Contoh untuk dunia kerja yang melibatkan tabung gas 12 kg bahkan 50 kg, maka harus ada Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait potensi hazard atau faktor intrinsik bahaya yang melekat pada tabung itu,” jelasnya.

​Ning Lia memberikan gambaran konkret terkait SOP penanganan tabung gas di tempat kerja, seperti penempatan gas di area dekat ruang terbuka, ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga penyediaan wastafel atau handuk basah untuk mengantisipasi kondisi darurat (near-miss).

​”Pengawasan SOP kerja ini juga meliputi kemampuan dari SDM atau pelaku usaha untuk memahami risiko dan segala antisipasi kecelakaan kerja di sektor pekerjaan yang digelutinya,” pungkasnya.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia