

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Di tengah riuk pikuk panggung politik nasional, ada pemandangan hangat yang konsisten hadir dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia ini selalu anggun membalut tubuhnya dengan corak batik dalam setiap derap langkahnya melayani masyarakat. Bagi Ning Lia, batik bukan sebatas pilihan busana seremonial, melainkan pancaran kecantikan Nusantara yang tak ternilai harganya.
Kehadiran Ning Lia di tengah warga, mulai dari agenda resmi, dialog kebangsaan, hingga aksi sosial, tak pernah lepas dari helai kain Nusantara. Sapuan motif tradisional hingga sentuhan batik kontemporer yang ia kenakan mencerminkan kehangatan sekaligus kedekatannya dengan akar budaya bangsa.
“Batik adalah kecantikan Nusantara. Setiap motif memiliki cerita, karakter, dan keindahan masing-masing. Saat kita memakai batik, sesungguhnya kita sedang membawa serta kekayaan budaya Indonesia,” tutur politisi yang dikenal humanis tersebut, Jumat (2/9/2026).
Bagi seniman dan perajin lokal, sikap Ning Lia membawa angin segar. Di balik setiap goresan malam dan lekuk canting, ada denyut nadi perekonomian warga kecil serta jerih payah UMKM yang menggantungkan hidup pada kelestarian warisan budaya ini.
Menyambut momentum Hari Batik Nasional, Ning Lia menitipkan pesan hangat bagi generasi muda agar bangga dan tidak ragu mengenakan batik dalam keseharian.
“Anak-anak muda jangan ragu memakai batik. Batik bisa tetap modern, keren, dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” ujarnya.
Melalui konsistensinya, Ning Lia membuktikan bahwa merawat tradisi bisa dilakukan dengan cara yang elegan. Kain yang ia kenakan menyuarakan pesan sederhana namun mendalam: merawat batik berarti menjaga identitas, kebanggaan, dan cerita panjang keindahan Nusantara.

