Kejar Target Selesai Desember, Proyek Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam

Siska Prestiwati
6 Oct 2026 10:37
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pembangunan Jembatan Candinegoro di Kabupaten Sidoarjo terus dikebut. Pengerjaan proyek senilai Rp 1,46 miliar tersebut kini diberlakukan selama 24 jam non-stop sejak Senin (5/10/2026). Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan progres fisik yang mengalami deviasi minus 9,94 persen.

​Untuk memastikan percepatan proyek berjalan optimal, Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerjaan jembatan pada Selasa pagi (6/10/2026). Subandi meminta pihak pelaksana proyek segera mengejar ketertinggalan dengan menerapkan sistem kerja minimal dua shift.

​”PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut,” kata Subandi di lokasi proyek, Selasa (6/10/2026).

​Subandi menyebut masih ada waktu sekitar 2,5 bulan sebelum batas akhir target penyelesaian pada 16 Desember 2026. Proyek yang dikerjakan sejak Juli ini memiliki panjang 16 meter dan lebar 4 meter. Ia pun meminta PPK meningkatkan pengawasan serta koordinasi secara berkala dengan kontraktor dan konsultan pengawas.

​”PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti. Biarkan pelaksanaan pekerjaan jembatan ini tepat waktu,” tegasnya.

​Subandi juga menegaskan agar alasan teknis seperti debit air sungai tidak dijadikan dalih keterlambatan, sebab hal itu semestinya sudah diperhitungkan dalam perencanaan.

​”Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga,” imbaunya.

​Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek, Umar, menjelaskan pengerjaan jembatan saat ini telah memasuki minggu ke-11. Berdasarkan evaluasi per Senin (5/10), realisasi progres fisik baru mencapai 52,64 persen dari target.

​Untuk mengatasi ketertinggalan tersebut, pihak pelaksana meluncurkan strategi percepatan (catch-up plan) dengan membagi pekerjaan ke dalam dua tim yang beranggotakan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga Subuh guna memaksimalkan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar Wide Flange (WF).

​Umar membeberkan, keterlambatan dipicu sejumlah kendala di lapangan, mulai dari distribusi material baja WF yang membutuhkan perakitan di workshop, kendala akses pengangkutan, hingga tingginya debit air sungai pada area fondasi.

​Meski demikian, pihak pengawas optimistis proyek jembatan yang terdiri dari dua unit jembatan (masing-masing panjang 8 meter) ini dapat tuntas tepat waktu.

​”Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu,” pungkas Umar.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia