filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (aksaraindonesia.id) — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo melakukan monitoring pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat Sekolah Dasar , di SDN Kedungturi dan SDN Geluran, Selasa (23/9/2025). Kegiatan tersebut dipastikan berjalan tertib dan lancar, tanpa kendala berarti pada jaringan listrik maupun internet.
Kepala Seksi Pembinaan Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Dispendikbud Sidoarjo, Lisa Kartika Wati, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan matang sebelum pelaksanaan ANBK. Salah satunya melalui koordinasi dengan PLN untuk kestabilan pasokan listrik dan Kementerian Komunikasi dan Informatika jaringan internet.
“Alhamdulillah, rencana pemadaman dari PLN yang sempat dijadwalkan pada dua hari ini akhirnya ditunda. Kami juga mengimbau sekolah menyediakan cadangan agar pelaksanaan tetap aman. Sampai hari ini, belum ada laporan terkait kendala yang berarti,” ujar Lisa kepada reporter aksaraindonesia.id usai melakukan monitoring, Selasa (23/09/2025).
Di Sidoarjo, ungkap Lisa, setidaknya ada 584 lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar baik SD negeri maupun swasta yang melaksanakan ANBK selama dua hari yaitu senin tgl 22 September dan hari ini selasa tanggal 23 September 2025 dengan sistem pelaksanaan dua sesi per harinya. Dengan sistem pelaksaan mandiri dengan moda online ada 357 lembaga dan moda Semi online ada 227 lembaga.
“Untuk jumlah peserta adalah 14.135 siswa se-Sidoarjo. Untuk materinya, Senin kemarin adalah literasi dan Survey Karakter sedang untuk hari ini adalah numerasi dan survey lingkungan belajar, ” jelasnya.
Untuk kesiapan teknis, Lisa menjelaskan pihaknya sudah melihat dokumen-dokumen di SDN Kedungturi Turi dan semuanya sudah dilakukan dengan baik termasuk melakukan rapat koordinasi dengan komite. Dispendikbud juga memastikan kondisi kesehatan peserta didik. Menurut Lisa, dari 30 siswa yang menjadi peserta utama, seluruhnya hadir dengan kondisi sehat.

“Kami menyiapkan 5 anak sebagai cadangan, namun karena semua sehat, tidak ada penggantian peserta,” tambahnya.
Kepala SDN Kedungturi, Fatchur Rozi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ANBK di sekolahnya. Ia menilai, persiapan sejak jauh hari berbuah positif. “Listrik aman, internet stabil, dan anak-anak bisa mengikuti ujian dengan tenang. Mereka terbiasa menggunakan komputer karena pembelajaran TIK sudah diberikan sejak kelas 1,” ungkapnya.
Rozi juga berpesan kepada siswa untuk tetap percaya diri saat mengerjakan soal. “Tenang, ikuti, laksanakan apa adanya. Kalau sudah terbiasa, pasti bisa menjawab dengan baik,” tuturnya.sis