Haikal, Korban Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny, Akhirnya Pulang dari RS Notopuro

Siska Prestiwati
16 Oct 2025 22:59
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) — Setelah menjalani perawatan kurang lebih selama 20 hari di RSUD R. T. Notopuro, Syehlendra Haical atau Haikal (13), salah satu korban selamat dari ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, akhirnya diperbolehkan pulang ke rumahnya di Probolinggo, Kamis (16/10/2025).

Haikal meninggalkan rumah sakit dengan didampingi ibunya dan tampak menggunakan kursi roda. Meskipun kondisi fisiknya masih butuh banyak perawatan lanjutan, wajahnya terpancar kegembiraan karena dapat kembali ke kediamannya.

Direktur RSU. R.T Notopuro Sidoarjo dr. Atok Irawan menyampaikan bahwa kondisi Haikal sudah stabil dan luka pada bagian yang dioperasi telah mengering.

“Ortonetflis-nya sudah teratasi, tidak ada masalah lagi. Tadi juga sudah dicek, lukanya sudah kering. Tinggal kontrol lanjutan oleh dokter ortopedi ke depan,” kata dr. Atok.

Selain itu, dr. Atok mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan komunikasi dengan tim kesehatan Kabupaten Probolinggo agar perawatan lanjutan dapat dilanjutkan di sana.

“Kami sudah komunikasikan dengan dr. Vandy dari Kadiv Kesehatan Probolinggo. Tapi untuk rujukan nanti setelah rawat jalan satu kali ke sini, baru kita arahkan ke Probolinggo, ” imbuh dr Atok.

Kementerian Sosial pun dikabarkan sudah melakukan pengukuran untuk kaki prostetik (kaki palsu) ketika Haikal masih di rumah sakit, sehingga proses penyediaan alat bantu dapat segera dilakukan.

Reaksi Haikal dan Keluarga

Setibanya di rumah, Haikal menyampaikan rasa syukurnya dan harapannya untuk kembali aktif belajar di pesantren.

“Saya ingin segera kembali belajar dan ikut mengaji lagi,” ungkap Haikal dengan wajah ceria.

Ayahnya, Abdul Hawi (40), mengatakan keluarga akan lebih fokus dulu pada proses pemulihan fisik dan kondisi mental Haikal sebelum mengambil keputusan terkait pendidikan dan aktivitasnya selanjutnya.

“Hari ini Haikal pulang ke rumah. Sekarang kami fokus dulu ke kesembuhan lukanya. Setelah benar-benar sembuh, baru nanti kami ikuti kemauan Haikal, apakah mau sekolah lagi atau istirahat dulu,” kata Abdul.

Abdul juga menyebut bahwa Haikal masih mengalami trauma mendalam akibat kejadian tersebut, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk tidak memaksakan aktivitas apa pun dalam waktu dekat.

 

5-5-2026

Arsip Berita :