Tinjau Korban Keracunan MBG di Mojokerto, Wagub Emil Pastikan Penanganan Optimal

Siska Prestiwati
11 Jan 2026 19:10
2 minutes reading

Mojokerto (Aksaraindonesia.id) – Pemprov Jawa Timur memastikan seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak dugaan keracunan di Mojokerto mendapat penanganan medis terbaik. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak saat meninjau Posko Layanan Kesehatan korban keracunan massal di Ponpes Ma’had An Nur, Kutorejo, Minggu (11/1).

Emil menyebut ada 261 penerima manfaat yang terdampak secara medis, dan seluruhnya sudah ditangani tim kesehatan. “Kita memberikan atensi maksimal agar semua siswa dan penerima manfaat mendapat penanganan terbaik. Yang paling utama, semua yang terdampak harus ditangani secara medis,” ujar Emil.

Emil menekankan pentingnya penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian, mulai bahan makanan, proses memasak, kebersihan wadah, hingga distribusi. Emil juga meminta Dinas Kesehatan Jatim mengawal penuh investigasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami ingin gambaran utuh agar sistem bisa diperbaiki dan diperkuat. Kita harapkan ini bisa membantu mengerucutkan akar permasalahan,” tegasnya.

Emil memastikan seluruh biaya pengobatan korban menjadi tanggungan pemerintah. Para korban dirawat di beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari. Ia mengimbau warga yang menerima MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan mengalami gejala mual, muntah, atau diare agar segera melapor ke Posko Yankes.

“Jangan ditahan atau diabaikan. Segera lapor agar perawatan maksimal,” ujarnya.

Selain meninjau posko kesehatan, Emil juga menjenguk korban di RSUD Soekandar. Ia mengapresiasi respon cepat seluruh pihak di Mojokerto, termasuk Ponpes Ma’had An Nur yang 160 santrinya turut terdampak.

Sebelumnya, ratusan santri dan pelajar dari tujuh lembaga di Mojokerto mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare usai menyantap menu MBG berupa soto ayam pada Jumat (9/1).

Peninjauan Emil turut didampingi Sekda Kabupaten Mojokerto, Ketua DPRD, Dandim 0815, Kepala Dinkes Jatim, Dinkes Mojokerto, serta manajemen RSUD Soekandar.

13-03-2026

5-5-2026