

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi momentum penting untuk meneguhkan posisi daerah sebagai pusat pasokan pangan nasional. Peran strategis ini mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif pusat dalam mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan apresiasi atas pencapaian pembangunan di Bumi Majapahit. Menurutnya, perjalanan kepemimpinan daerah selama ini telah menunjukkan arah kemajuan yang progresif dan inklusif.
”Kita lihat kepemimpinan Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto pada periode kedua ini menunjukkan pola pembangunan yang kolaboratif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat,” ujar figur yang akrab disapa Ning Lia tersebut saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (11/10/2026) malam.
Politisi muda ini menilai bahwa kesuksesan sebuah wilayah tidak sekadar diukur dari angka pertumbuhan ekonomi semata. Aspek keadilan sosial, keagamaan, hingga pengentasan problem krusial di akar rumput harus berjalan beriringan agar manfaatnya dirasakan merata.
Lebih lanjut, Ning Lia memberikan perhatian khusus pada sektor agraris yang menjadi denyut nadi perekonomian regional. Kebijakan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) secara berkala oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinilai sangat efektif mendongkrak produktivitas para petani lokal.
Langkah taktis tersebut dinilai selaras dengan visi besar pemerintahan pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengamankan kemandirian serta kedaulatan pangan nasional.
”Termasuk kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, maka kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” ungkapnya.
Selain sektor pertanian, laju penurunan angka kemiskinan ekstrem serta masifnya pertumbuhan status desa mandiri turut diapresiasi sebagai indikator keberhasilan pembangunan yang merata hingga ke pelosok daerah.
Menyongsong usia ke-81, Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan momentum positif ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak utama perekonomian serta lumbung pangan utama bagi Nusantara.

