Tak Sekadar KLA Utama, Sidoarjo Kini Peringkat Dua Indeks Perlindungan Anak Jatim

5 minutes reading

Sidoarjo  (Aksaraindonesia.id) – Kabupaten Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di bidang perlindungan anak. Setelah meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Peringkat Utama pada 2025, Sidoarjo kini ditetapkan sebagai daerah dengan Indeks Perlindungan Anak (IPA) terbaik kedua di Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam peringatan Hari Anak Nasional Provinsi Jawa Timur di kawasan wisata Pintu Langit, Pasuruan. Penghargaan diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Selasa (28/7/2026).

Capaian itu melengkapi sederet penghargaan yang diraih Sidoarjo sepanjang setahun terakhir, mulai dari predikat KLA Peringkat Utama hingga penghargaan nasional bidang keluarga berkualitas pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026.

Bupati Sidoarjo H Subandi bersama istri menerima penghargaan Nasional bidang keluarga berkualitas v pada peringatan Harganas 2026. Doc : Diskominfo Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak sekaligus memberikan perlindungan dari berbagai bentuk ancaman.

“Anak-anak adalah aset terpenting bangsa. Pemenuhan hak-hak anak serta perlindungan anak dari berbagai ancaman, baik secara fisik maupun digital harus menjadi komitmen bersama,” kata Mimik.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan kekerasan dan pelecehan, perkembangan teknologi juga memunculkan ancaman baru seperti perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, eksploitasi digital hingga paparan konten negatif.

Karena itu, kata Mimik, anak-anak harus dibekali literasi digital, etika bermedia sosial, serta kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.

“Sudah menjadi tugas kita bersama membimbing anak-anak agar menjadi pengguna digital yang cerdas, kritis, kreatif, dan tetap aman,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan perlindungan anak tidak lagi hanya dilakukan di ruang fisik, tetapi juga harus diperkuat di ruang digital.

“Di ruang fisik anak-anak membutuhkan keluarga yang hangat dan komunikatif. Sedangkan di ruang digital mereka juga berhak mendapatkan ruang yang aman,” katanya.

Arifah menilai perlindungan anak tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan hingga keluarga agar target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan.

Perjalanan Sidoarjo Menuju Kabupaten Layak Anak

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP3AKB Kabupaten Sidoarjo, Prastiwi Trijanti, mengatakan predikat Kabupaten Layak Anak merupakan hasil pembangunan yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas dalam setiap kebijakan pemerintah.

Kabid PPPA DP3AKB Kabupaten Sidoarjo, Prastiwi Trijanti saat memberikan sosialisasi ke siswa siswi SMK YPM 3 Taman Sidoarjo. Doc : SMK YPM 3 Taman for Aksaraindonesia.id

“Predikat Kabupaten Layak Anak menunjukkan Kabupaten Sidoarjo sudah mampu memenuhi hak-hak anak di berbagai sektor pembangunan,” ujar Prastiwi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan perjalanan Sidoarjo menuju predikat tertinggi berlangsung bertahap. Pada 2017-2018 Sidoarjo meraih predikat Madya, meningkat menjadi Nindya pada 2019-2021, hingga akhirnya berhasil memperoleh predikat Utama pada 2025.

Menurut Prastiwi, konsep Kabupaten Layak Anak bukan sekadar mengejar penghargaan. KLA merupakan sistem pembangunan daerah berbasis hak anak yang mengintegrasikan peran pemerintah, masyarakat, dunia usaha hingga keluarga.

Penilaian dilakukan melalui lima klaster utama, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang dan budaya, hingga perlindungan khusus.

“Hak anak harus dipenuhi secara menyeluruh, mulai kepemilikan akta kelahiran, akses pendidikan, layanan kesehatan, ruang bermain yang aman, hingga perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi,” jelasnya.

Kasus Kekerasan Masih Menjadi PR

Meski meraih berbagai penghargaan, Prastiwi mengakui kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi tantangan.

Data DP3AKB menunjukkan sepanjang 2025 terdapat 153 kasus yang melibatkan anak. Dari jumlah tersebut, pelecehan seksual menjadi kasus yang paling dominan.

“Tingginya kasus dipengaruhi banyak faktor, mulai kondisi ekonomi keluarga, lingkungan pergaulan, pola asuh hingga penggunaan telepon seluler tanpa pengawasan orang tua,” katanya.

Untuk menekan angka tersebut, Pemkab Sidoarjo menjalankan Kampanye Berlian (Bersama Lindungi Anak) yang menyasar sekolah mulai tingkat TK hingga SMA.

Kabid PPPA DP3AKB Sidoarjo, Prastiwi Trijanti saat di SMK YPM 3 Taman. Doc : SMK YPM 3 Taman.

Program itu dilakukan secara kolaboratif bersama Unit PPA Polresta Sidoarjo, Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya.

Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah, mulai pencegahan kekerasan seksual, bahaya narkoba, pencegahan perkawinan anak hingga literasi digital.

“Setiap sekolah memiliki persoalan berbeda sehingga edukasi yang diberikan juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ujar Prastiwi.

Selain pencegahan, pemerintah juga memberikan pendampingan bagi korban melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Kalau ada anak menjadi korban, kami menyediakan layanan psikolog, konseling, pendampingan hukum, semuanya gratis,” katanya.

Pendidikan Karakter Jadi Kunci

Implementasi Kabupaten Layak Anak juga diterapkan di lingkungan sekolah. Salah satunya di SMK YPM 3 Taman yang mengembangkan pendidikan karakter sebagai fondasi pembelajaran.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK YPM 3 Taman Agus Setiawan mengatakan sekolah membangun lingkungan belajar yang aman sekaligus ramah anak melalui pembiasaan karakter sejak hari pertama siswa masuk.

“Anak-anak dibiasakan menyapa guru dan teman. Hal sederhana itu menjadi bagian dari pembentukan adab dan karakter,” ujar Agus ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).

Sekolah menerapkan 10 Karakter YPM, yakni religius, peduli, tangguh dan bertanggung jawab, disiplin, komunikatif, kolaboratif, berpikir kritis, kreatif, inovatif serta menjunjung tinggi kejujuran.

Siswa-siswi SMK YPM 3 Taman sangat antuasis mengikuti sosialisasi oleh DP3AKB Sidoarjo. Doc : SMK YPM 3 Taman.

Menurut Agus, pendidikan karakter menjadi benteng menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Salah satu program unggulannya adalah YPM Lumbung Pangan Camp, yaitu kegiatan selama sepekan yang melatih siswa hidup mandiri dengan membatasi penggunaan gawai, memasak sendiri, bekerja sama dalam kelompok serta belajar bertanggung jawab.

“Kami ingin anak-anak tidak bergantung pada gadget, tetapi memiliki karakter kuat, mandiri, dan mampu mengambil keputusan yang baik,” katanya.

Selain itu, sekolah secara rutin menggandeng berbagai instansi untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, pergaulan bebas, hingga literasi digital. Bahkan dalam lima tahun terakhir sekolah membentuk Duta Napza sebagai agen edukasi di kalangan pelajar.

Bagi Pemkab Sidoarjo, keberhasilan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana setiap anak memperoleh hak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan lingkungan yang aman untuk tumbuh berkembang.(adv).

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia