

Jombang (Aksaraindonesia.id) – Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, telah resmi usai sepekan lalu. Namun, momen berkesan masih tersisa bagi Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama.
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini berhasil memenangkan lelang lukisan dan memboyong oleh-oleh istimewa berupa foto pendiri NU, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, pada hari terakhir forum tertinggi NU tersebut.
Tak hanya itu, kepedulian Ning Lia selama gelaran muktamar juga menjadi sorotan. Ia mendirikan Posko Energi Milenial untuk Indonesia (EMILIA) di Perumahan Bahrul Ulum Menara Asri (BUMA). Posko ini difungsikan sebagai rumah kreatif sekaligus tempat rehat dan bekerja bagi puluhan jurnalis dari berbagai wilayah Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.
Para jurnalis yang memanfaatkan fasilitas ini berasal dari Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) maupun Media Center B59.
”Alhamdulillah, posko yang diinisiasi Ning Lia ini sangat membantu kerja kami para jurnalis. Posko ini tempat bekerja sekaligus beristirahat,” ujar Koordinator Liputan JTV, Fakhrurozi, Sabtu (5/9/2026).
Pemilik rumah yang disewa menjadi posko, Muhammad Ibnu Al Farabi (Obi), mengaku bersyukur. Jurnalis Klik Jombang sekaligus anggota FJN ini mengapresiasi kebaikan Ning Lia yang tak hanya memberikan kompensasi sewa rumah secara layak, tetapi juga melengkapi seluruh fasilitas pendukung.
”Sebagai warga Tambakberas Jombang tuan rumah Muktamar NU, saya bangga bisa melayani teman-teman jurnalis. Selain itu, saya juga mendapat kompensasi materi dari sewa rumah,” kata Obi.
Kenyamanan Posko EMILIA turut diakui oleh Wakil Sekretaris PC GP Ansor Situbondo, Ahmad Zaini. Saat berkunjung bersama Kades Besuki Achmad Zarkasyi, ia memuji kelengkapan fasilitas yang disediakan.
”Posko EMILIA ini representatif, nyaman untuk bekerja dan beristirahat. Makanan, kopi hingga Wi-Fi tersedia di sini. Saya salut dengan kepedulian Ning Lia terhadap para jurnalis,” ungkap Zaini.
Jadi Magnet Silaturahmi Tokoh dan Lintas Pejabat
Selama pelaksanaan muktamar, Posko EMILIA juga menjelma menjadi pusat silaturahmi berbagai tokoh penting. Anggota DPD RI dari daerah lain yang tergabung dalam Kaukus Nahdliyin DPD RI tampak hadir, di antaranya Boy Latuconsina (Maluku), H. Abdullah (Papua Barat), dan Hj. Ade Yuliasih (Banten).
Selain jajaran legislator, sejumlah tokoh agama dan masyarakat turut menyambangi posko ini. Di antaranya Pengasuh Ponpes Nuriddahlani Banyuanyar Probolinggo H. Muhammad Faiz Mahfudz (Gus Faiz), mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jatim Agus Muttaqin, Kades Tejoasri Lamongan Yusuf Bachtiar, Ketua Umum Poros Muda NU Ramadhan Isa, hingga Ketua LBH Ansor Jatim Muhammad Syahid.
Komitmen Memberi Manfaat
Sebelum pembukaan muktamar, Ning Lia tercatat melakukan serangkaian kegiatan sosial dan silaturahmi. Ia melakukan napak tilas ke Ponpes Bahrul Ulum, mengunjungi putri KH. Wahab Hasbullah yakni Bu Nyai Mundjidah Wahab beserta menantunya Gus Edo, hingga menggelar aksi fogging di area muktamar pada H-3 acara.
Mengenai berbagai inisiasi yang dilakukannya, Ning Lia mengaku bersyukur bisa hadir dan memfasilitasi kebutuhan para pembawa berita tanpa membeda-bedakan latar belakang media.
”Alhamdulillah, kalau selama pelaksanaan Muktamar NU ini kehadiran saya membawa manfaat bagi orang banyak. Sebab pesan ayah saya, KH. Masykur Hasyim, adalah khairu an-naas anfa’uhum lin-naas, yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” tutur Ning Lia.
Sebagai informasi, Muktamar ke-35 NU di Jombang tersebut menetapkan KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU dan KH. Miftachul Akhyar (Yai Mif) sebagai Rais Aam.

