

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Bagi para pencinta kuliner Jepang, belajar memasak kini tak lagi sebatas melihat resep di layar kaca. Hotel Neo+ Waru Sidoarjo baru saja menggelar acara seru bertajuk “Cook & Baked Demo – Japanese Culinary Journey” pada Sabtu (26/9/2026), yang mengajak puluhan peserta menyelami kelezatan sekaligus teknik di balik sajian ala Negeri Sakura.
Sebanyak 39 peserta berkumpul di Grand Matrix, Hotel Neo+ Waru Sidoarjo, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB. Tak sekadar duduk manis menonton demonstrasi, para peserta diajak menyelami proses, teknik memasak, hingga mengasah kreativitas di dunia baking dan pastry.
Acara ini menghadirkan kolaborasi apik dari empat profesional kuliner lintas bidang: Chef Hanny (Head Chef Hotel Neo+ Waru Sidoarjo), Chef Bayu (Technical Baker), Chef Rudin (Pastry Chef), Chef Lucky (Head Chef Ikan Dorang)
Kolaborasi ini memberikan perspektif yang kaya bagi peserta, mulai dari trik mengolah bahan makanan gurih (savory) hingga rahasia adonan adiboga (bakery & pastry).
”Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa di balik sebuah hidangan terdapat proses, teknik, dan kreativitas yang menarik untuk dipelajari,” ungkap Chef Hanny, Head Chef Hotel Neo+ Waru Sidoarjo.
“Cook & Baked Demo menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman secara langsung dengan peserta, sekaligus memperkenalkan bagaimana seorang chef mengolah bahan dan mengembangkan sebuah hidangan.”
Tak hanya mendapatkan insight berharga seputar dapur, keseruan acara makin lengkap saat jam makan siang tiba. Para peserta disuguhkan menu spesial bertajuk “60 Second To Tokyo” yang menggoyang lidah.
Menariknya lagi, pengalaman gaya hidup sehat juga disisipkan dalam rangkaian acara ini melalui fasilitas Free Basic Medical Checkup dan sesi konsultasi dokter gratis. Hari yang padat dengan inspirasi kuliner tersebut pun ditutup manis dengan pembagian suvenir serta doorprize menarik.
Hotel Manager Hotel Neo+ Waru Sidoarjo, Nisrina Mardani, menyampaikan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar urusan perut.
”Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar menikmati makanan. Kami berharap peserta dapat memperoleh wawasan baru mengenai proses memasak dan baking, berinteraksi langsung dengan para chef, serta mendapatkan inspirasi untuk terus mengeksplorasi dunia kuliner. Bagi kami, kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara untuk mempertemukan hotel dengan komunitas dan masyarakat melalui pengalaman yang positif,” ujar Nisrina.
Lewat paduan edukasi, interaksi hangat, dan santapan lezat, Japanese Culinary Journey sukses menjadi ruang rekreasi sekaligus wadah mengasah keterampilan baru bagi para pehobi masak di Sidoarjo dan sekitarnya.

