

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo yang akan meluncurkan layanan bus sekolah gratis untuk para pelajar mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo. Kendati begitu, Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, menyarankan agar Pemkab juga melibatkan armada angkutan kota (angkot) atau lyn dengan sistem abonemen.
Abdillah mengapresiasi langkah Dishub Sidoarjo yang berupaya mempermudah akses transportasi aman dan efisien bagi para siswa. Namun, ia mengusulkan agar konsep program ini dikembangkan lebih luas tidak hanya mengandalkan bus sekolah semata, melainkan merangkul sopir angkot lokal.
”Alangkah lebih baiknya kerja sama dengan lyn ataupun angkot,” kata Abdillah, usai Sidang Paripurna Kamis (17/9/2026) sore.
Menurut Abdillah, pelibatan angkot bakal menghadirkan multiplier effect bagi perekonomian warga Sidoarjo. Selain menjamin keamanan dan kenyamanan pelajar mendapatkan transportasi tanpa biaya, skema ini sekaligus menyokong keberlangsungan pendapatan para pengemudi angkutan umum yang kian tergerus zaman.
Tak hanya itu, ia mengusulkan skema peremajaan armada angkot agar lebih memadai sebelum diintegrasikan dalam program transportasi sekolah ini. Dukungan peremajaan tersebut bisa disinergikan melalui skema permodalan seperti Kredit Usaha Daerah (Kurda) berbiaya ringan.
”Ini tentang efisiensi anggaran dan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Kita dorong program yang pro-masyarakat dan inklusif. Angkot tersebut juga bisa dinikmati oleh masyarakat, tidak hanya pelajar,” tambahnya.
DPRD Sidoarjo mendorong agar regulasi serta konsep teknis bus sekolah gratis ini dapat segera dirampungkan. Pihaknya berharap kebijakan transportasi gratis bagi pelajar ini hadir dengan skema yang terukur, matang, kolaboratif, serta berkelanjutan.

