
Sidoarjo (aksaraindonesia.id) – Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, resmi menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp 280 juta untuk program ketahanan pangan tahun 2025. Dana tersebut bersumber dari 20 persen Dana Desa (DD) yang wajib dialokasikan sesuai Permendesa Nomor 3 Tahun 2025.
Anggaran itu disepakati dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang digelar oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampelsari pada Jumat (10/10/2025) malam. Program akan dijalankan oleh BUMDes Parikesit, sebagai badan pelaksana kegiatan ketahanan pangan desa.
“Dari total 20 persen Dana Desa yang diperuntukkan bagi ketahanan pangan, tahun ini disepakati sebesar Rp 280 juta 150 ribu. Dana itu akan kami kelola lewat tiga unit usaha ternak dan satu mitra kerja,” ujar Sekretaris BUMDes Parikesit, Filzen Adina Cendana, Jumat (10/10/2025) malam.
Menurut Dina, rincian alokasi dana ketahanan pangan tersebut meliputi, peternakan sapi dengan program penggemukan sebesar Rp 116 juta, peternakan bebek pedaging sebesar Rp 77,25 juta dan peternakan kambing sebesar Rp 68,2 juta.
“Harapan kami, program ketahanan pangan tahun 2025 ini bisa mendorong swasembada pangan dan memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga desa. Selain itu, kami ingin program ini berkelanjutan, bukan seperti kelompok masyarakat (Pokmas) dulu yang berhenti tanpa tindak lanjut,” tambahnya.
BUMDes Parikesit Siap Jalankan Program Profesional dan Transparan
BUMDes Parikesit yang menjadi pengelola program telah mengantongi legalitas lengkap. Di antaranya Perdes Ngampelsari Nomor 07 Tahun 2024 tentang pendirian BUMDes Parikesit, Keputusan Kepala Desa Nomor 43 Tahun 2024 tentang pengurus BUMDes periode 2024–2029,Nomor Badan Hukum Kemenkumham AHU-12295.AH.01.33 Tahun 2025, dan NPWP BUMDes Parikesit 1000-0000-0565-6773.
Dina menjelaskan, BUMDes Parikesit akan bekerja sama dengan konsultan akuntansi dan tenaga ahli dokter hewan agar pelaksanaan program berjalan profesional dan terukur.
“Untuk pelaporan usaha, kami libatkan konsultan akuntansi. Selain itu, kami juga didampingi dinas peternakan, dinas perikanan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan dokter hewan untuk memastikan bibit ternak yang kami kembangkan layak dan sehat,” paparnya.
Kembangkan Potensi Lokal dan Wisata Edukasi
BUMDes Parikesit tak hanya fokus pada produksi ternak, tapi juga merancang pengembangan wisata edukasi berbasis peternakan.
“Ke depan, setelah BUMDes Parikesit mulai berproduksi, kami ingin mengembangkan sektor wisata edukasi untuk anak sekolah. Di desa ini ada empat lembaga pendidikan, mulai dari SD hingga PAUD, dan ini bisa menjadi potensi ekonomi baru bagi desa,” kata Dina.
Lokasi pengembangan bisnis BUMDes Parikesit tersebar di beberapa RW dengan rincian peternakan sapi di RW 03, peternakan kambing di RW 01, dan peternakan bebek di RW 02.