![]()

Romo Siga
Sepiring tak lagi bisa berdua
Dunia panas dengan intrik tanpa eksentrik
Nasi berebut nasi
Garpu saling tusuk garpu.
Kesunyian tenggelam dalam keramaian. Kerontang dalam perut tak berani bersuara. Rakus berteman serakah dlm malam gelap.
Mimpi sulit dinyatakan
Kenyataan sembunyi di balik mimpi
Anak-anak kelaparan
Jiwa berbagi menghilang, Nyawa pergi.
Sajak Perantauan
Pergi dari tanah rantau
Menuju ke tanah rantau yang lain
Berkunjung ke saudara kandung
Mengikuti janji menepati tanah
Ayah, ibu, dan anak-anak
Pergi jauh melampaui pulau tiga malam
Laut bergelombang tenang dalam harapan
Tiba dengan hampa tanpa jemputan
Mencari alamat dengan susah payah
Malam gelisah siang kelaparan
Suara suara terdengar hanya dari kejauhan
Mencengkam, hujan air mata, terhibur bintang-bintang
Tiga bulan tak ada kepastian dalam kenyamanan Keributan demi keributan seakan akrab di telinga Nyatanya sengsara belaka, sapa demi sapa menghilang
Berbagi pun tidak terjadi yang ada tepung minyak bekas
Memandang bintang bersahabat bulan memancarkan sinar
Purnama demi purnama menyampaikan pesan sama
Pergi dan tinggalkan, meski usaha sendiri belum pasti
Namun kenyamanan fajar dan purnama menjanjikan