Mahasiswa ITS Ciptakan Cermin Cerdas Hi-Me! untuk Skrining Kesehatan dalam 3 Menit

Siska Prestiwati
12 Jan 2026 13:30
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Tiga mahasiswa Teknik Biomedik ITS merancang inovasi alat skrining kesehatan berbentuk cermin bernama Hi-Me! Cermin cerdas ini memanfaatkan teknologi multi sensor dan deep learning untuk mendeteksi delapan parameter tanda vital tubuh hanya dalam tiga menit.

Tim bernama Masuk Surga yang terdiri dari Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong mengembangkan inovasi ini bersama dosen pembimbing Nada Fitrieyatul Hikmah ST MT. “Alat ini merupakan hasil brainstorming tim kami dengan dosen pembimbing,” kata Andi, Senin (12/01/2026).

Ide tersebut berawal dari keinginan untuk mengembangkan hasil penelitian tugas akhir dan menjawab masalah antrean panjang layanan kesehatan. “Hi-Me! dirancang untuk membantu mengurangi waktu antrean pasien yang kerap melebihi batas 60 menit sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan,” jelas Andi.

Hi-Me! dibekali lima sensor untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju napas, dan denyut nadi. Selain itu, tiga model deep learning digunakan untuk mengestimasi tekanan darah sistolik-diastolik serta kadar gula darah tanpa prosedur invasif. “Delapan parameter dapat terdeteksi otomatis hanya dalam tiga menit,” tambahnya.

Tak hanya cepat, Hi-Me! juga menyediakan sistem rekam medis elektronik (EMR) berbasis web agar pengguna bisa mengakses riwayat pemeriksaan secara daring. “Walau belum terintegrasi dengan rumah sakit, kami meluncurkan EMR agar data hasil pemeriksaan dapat disimpan dan diakses dengan mudah,” ujarnya.

Menurut Andi, keunggulan alat ini terletak pada efisiensi dan kemampuannya menghadirkan data awal kesehatan secara praktis. “Dengan satu alat, delapan parameter tubuh dapat terdeteksi otomatis, sehingga lebih praktis dan akurat karena telah diuji kalibrasinya,” tegasnya.

Meski begitu, Hi-Me! dinilai masih membutuhkan pengembangan lanjutan, khususnya peningkatan akurasi model deep learning serta sertifikasi alat kesehatan. “Hi-Me! sudah sekitar 50 persen siap, namun perlu penelitian lanjutan sebelum digunakan secara komersial,” kata Wean.

Ke depan, tim berencana membuat Hi-Me! lebih fleksibel dan bisa digunakan oleh semua kelompok usia. Mereka mengusung slogan Your Health, Reflected in Seconds sebagai wujud transformasi layanan kesehatan yang lebih cepat, terintegrasi, dan inklusif. “Harapan kami, Hi-Me! bisa jadi solusi nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus mempercepat transformasi digital sektor kesehatan,” tutup Andi.

Inovasi ini juga menjadi kontribusi mahasiswa ITS terhadap pencapaian SDGs, khususnya poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

13-03-2026

5-5-2026