Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora dalam Merancang dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning

Siska Prestiwati
28 Jul 2025 14:40
2 minutes reading

Surabaya (aksaraindonesia.id) – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Lab School kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, kegiatan bertajuk “Pelatihan Peningkatan Kemampuan Guru Rumpun Mata Pelajaran Sosial Humaniora dalam Merancang dan Menggunakan Pendekatan Deep Learning” sukses digelar di lingkungan Lab School UNESA dan diikuti oleh 55 orang guru Lab School Unesa Surabaya, Senin (28/07/2025).

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru rumpun sosial humaniora dengan wawasan dan keterampilan praktis dalam merancang serta mengimplementasikan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini diyakini mampu mendorong siswa untuk berpikir kritis, reflektif, dan terlibat aktif dalam memahami isu-isu sosial secara lebih mendalam dan kontekstual.

Kegiatan ini menghadirkan tim pemateri yang terdiri dari akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang pendidikan, antara lain: Dr. Harmanto, S.Pd., M.Pd., Dr. Listyaningsih, Dr. Siti Maizul Habibah, Beti Indah Sari, S.Pd., Rianda Usmi, dan Budi Santosa. Para peserta mengikuti pelatihan secara interaktif melalui sesi workshop, praktik penyusunan perangkat ajar, serta diskusi reflektif terkait tantangan dan strategi implementasi deep learning di kelas sosial humaniora.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sujarwanto, M.Pd., selaku Direktur Lab School UNESA, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peran guru sebagai agen perubahan sangat penting dalam membentuk pola pikir siswa yang kritis dan berwawasan global.

“Pendekatan deep learning merupakan kunci dalam pembelajaran masa depan. Guru tidak lagi cukup hanya menyampaikan materi, tetapi harus mampu menumbuhkan kesadaran berpikir, empati sosial, dan kemampuan analisis yang mendalam kepada peserta didik,” ujar Prof. Sujarwanto.

Antusiasme para peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Para guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga berdiskusi aktif dan mempresentasikan rancangan pembelajaran hasil pengembangan masing-masing

Salah satu peserta, guru IPS mengatakan, “Pelatihan ini memberikan banyak pencerahan. Kami jadi lebih memahami bagaimana menyusun pembelajaran yang menggugah nalar dan rasa ingin tahu siswa.”

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan sertifikat partisipasi dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas semangat para guru dalam mengikuti pelatihan. Pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi peningkatan kualitas pembelajaran sosial humaniora yang lebih bermakna, kritis, dan berorientasi pada penguatan karakter siswa di era global.tim redaksi

13-03-2026

5-5-2026