PII Surabaya: Nalar Kritis Pelajar Kunci Kemajuan Bangsa

Siska Prestiwati
18 Oct 2026 19:41
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Ketua Umum Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Surabaya, Dede Muhtadin, menegaskan pentingnya menempatkan pendidikan dan penguatan nalar kritis pelajar sebagai prioritas bersama. Hal tersebut disampaikannya di hadapan lebih dari 120 pelajar perwakilan berbagai sekolah dalam acara Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya 2026 di Convention Hall Gedung Siola, Surabaya, Minggu (18/10).

​Kegiatan yang mengangkat tema “Dialektika Kesadaran Kritis Pelajar di Era Disrupsi Digital Menuju Praksis Kebangsaan Emansipatoris” ini merupakan bagian dari rangkaian Pra-Konferensi Daerah (Pra-KONDA) XXIII PII Kota Surabaya 2026. Forum ini diinisiasi sebagai ruang terbuka bagi pelajar untuk menyuarakan keresahan, menyampaikan aspirasi, serta mendiskusikan persoalan pendidikan dan sosial.

​Dalam sambutannya, Dede mengungkapkan bahwa dialog kebangsaan ini sengaja disiapkan agar pelajar memiliki wadah yang aman untuk mengekspresikan pandangan mereka. Menurutnya, berbagai problem yang ditemui di lingkungan sekolah maupun masyarakat harus dibicarakan secara terbuka dan konstruktif.

​”Pendidikan bukan sekadar tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, institusi pendidikan, keluarga, organisasi, hingga generasi muda harus berkolaborasi membangun ekosistem yang melahirkan SDM berkualitas,” ujar Dede.

​Tangkal Arus Disrupsi Digital

​Di tengah derasnya arus informasi di era digital, Dede juga mengingatkan para peserta agar tidak menelan informasi secara mentah-mentah. Kemudahan akses teknologi harus diimbangi dengan kemampuan menyaring fakta, menganalisis isi, serta mempertimbangkan sudut pandang yang luas.

​Bagi PII Surabaya, nalar kritis bukan berarti gemar mempertentangkan pendapat, melainkan kebiasaan berpikir secara rasional, terbuka, dan bertanggung jawab. Kemampuan ini dinilai krusial agar pelajar tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu atau opini yang menyesatkan.

​Wujudkan Nasionalisme Lewat Aksi Nyata

​Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa pelajar hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang memegang kendali atas arah perjalanan bangsa. Oleh karena itu, jiwa nasionalisme tidak boleh hanya berhenti pada simbol atau slogan semata, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, komitmen belajar, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

​Melalui kegiatan ini, PII Surabaya berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas, bermoral kuat, dan peka terhadap persoalan bangsa.

​”Pelajar harus diposisikan sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton. Dengan nalar kritis dan karakter yang matang, mereka siap mengambil peran kepemimpinan di masa depan,” pungkasnya.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI ✓
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
Baca Juga
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia