

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo menunjukkan perkembangan positif. Proyek betonisasi ruas Jalan Kebonagung–Kemasan di Kecamatan Krian kini mencatatkan progres fisik di angka 48 persen dan diproyeksikan tuntas sepenuhnya pada pertengahan Desember mendatang.
Pengerjaan bernilai kontrak Rp18 miliar ini sempat mengalami sedikit hambatan teknis yang memicu deviasi negatif sekitar 9 persen dari rencana awal. Salah satu ganjalan utama di lapangan adalah keberadaan tiang listrik PLN yang berada tepat di jalur pemancangan.
Kendati demikian, pihak kontraktor memastikan kendala tersebut telah tuntas sepenuhnya.
”Progres pengerjaan saat ini sudah mencapai 48 persen. Memang sempat tertinggal sekitar sembilan persen akibat kendala tiang PLN, tetapi persoalan itu sekarang sudah berhasil diatasi,” ungkap Hanif Sujatmiko, Pelaksana Lapangan PT Bangun Konstruksi Persada, Sabtu (17/10/2026).

Fokus Penuntasan Turap Beton
Setelah jalur steril dari hambatan utilitas, fokus pengerjaan langsung dialihkan pada pemasangan corrugated concrete sheet pile (CCSP) atau turap beton. Langkah ini krusial guna memperkuat struktur serta menahan badan jalan agar memiliki daya tahan jangka panjang.
Hanif menjelaskan, pengiriman material CCSP yang didatangkan langsung dari pabrikan di Pasuruan harus melalui prosedur ketat, termasuk ketentuan umur material minimal 14 hari sebelum siap dipancang. Guna mengejar target waktu, pihak pelaksana intensif berkoordinasi dengan pihak vendor agar suplai material tidak tersendat.
”Stok material sudah aman, namun pengirimannya tetap harus menyesuaikan aturan teknis umur material. Kami terus mendorong vendor untuk mempercepat distribusi,” terangnya.
Secara keseluruhan, proyek peningkatan jalan ini membentang sepanjang 1,05 kilometer dengan lebar 6 meter. Hingga kini, tahapan pemancangan CCSP telah menembus sekitar 600 meter, sementara sisa pengerjaan kurang lebih 500 meter dengan panjang masing-masing elemen turap mencapai delapan meter.
Optimis Kejar Target Kontrak
Selain turap beton, pengerjaan infrastruktur pendukung seperti saluran drainase dilaporkan telah rampung 100 persen. Begitu rangkaian pemancangan CCSP selesai seluruhnya, tahapan berikutnya akan langsung dilanjutkan dengan pengecoran menggunakan metode perkerasan beton kaku (rigid pavement).
Berbekal koordinasi yang solid bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta tim konsultan pengawas, pihak pelaksana optimistis seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak pada 16 Desember 2026.
”Kami tetap optimistis proyek selesai sesuai jadwal kontrak pada 16 Desember 2026. Fokus utama kami saat ini menuntaskan pemancangan CCSP agar betonisasi bisa segera digenjot,” pungkas Hanif.

