

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Sebanyak 120 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Surabaya berkumpul di Convention Hall Gedung Siola, Minggu (18/10). Mereka mengikuti Dialog Kebangsaan Pelajar Surabaya 2026 yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Surabaya.
Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Pra-Konferensi Daerah (Pra-KONDA) XXIII PII Surabaya ini mengangkat tema “Dialektika Kesadaran Kritis Pelajar di Era Disrupsi Digital Menuju Praksis Kebangsaan Emansipatoris”. Forum ini dirancang sebagai ruang bagi pelajar untuk menyuarakan keresahan, menguji gagasan, dan melatih nalar kritis terhadap berbagai persoalan zaman.
Ketua Umum PD PII Kota Surabaya 2024–2026, Dede Muhtadin, menegaskan bahwa pelajar tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima informasi atau kebijakan semata. Menurutnya, generasi muda harus dipandang sebagai subjek yang aktif berpikir, berpendapat, dan mencari solusi atas persoalan di sekitar mereka.
”Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan berpikir kritis sangat penting agar pelajar tidak mudah menelan informasi mentah-mentah atau mengambil keputusan tanpa pertimbangan matang,” ujar Dede.
Soroti Tantangan Digital dan Kesadaran Kritis
Hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker), Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur yang juga Ketua Yayasan UNITA, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I., mengupas pentingnya critical consciousness atau kesadaran kritis bagi generasi muda, merujuk pada pemikiran Paulo Freire.
Lia mengingatkan agar pelajar bijak menyaring informasi di ruang digital yang penuh dengan disinformasi dan propaganda. Selain itu, ia juga mendorong pelajar untuk melek politik serta memahami makna meritokrasi—bahwa kepemimpinan dan kesuksesan harus bersandar pada kompetensi dan integritas, bukan kedekatan semata.
”Demokrasi bukan sekadar pemilu, tapi ruang partisipasi aktif masyarakat dalam mengambil keputusan demi masa depan bangsa,” pesan Lia di hadapan ratusan peserta.
Sesi dialog ini turut menghadirkan dua figur muda inspiratif dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA): Mahasiswa Berprestasi II UNESA Khairunnisa Nur Fadhilah dan Ketua BEM FBS UNESA Ilman Zidni Mubarok. Keduanya membedah bagaimana mengubah prestasi akademik dan pengalaman organisasi menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat, alih-alih berhenti pada pencapaian simbolik semata.
Dukungan Penuh KB PII Surabaya
Inisiatif PD PII Surabaya ini mendapat apresiasi hangat dari Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kota Surabaya, Djuwari Syaifudin. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperluas jangkauan gerakan PII dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
”Kami di KB PII Surabaya siap mendukung penuh penguatan gerakan PII agar semakin kolaboratif dan dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh para pelajar,” pungkas Djuwari.

