

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo merespons cepat keluhan yang disampaikan oleh para guru serta kepala sekolah setempat. Sebelumnya, para pendidik mengeluhkan minimnya fasilitas sarana dan prasarana di berbagai objek wisata lokal yang dinilai belum layak dan belum memenuhi syarat sebagai destinasi edukasi anak-anak.
Keluhan tersebut mengemuka dalam acara bedah buku Kearifan Lokal yang diselenggarakan pada Senin siang di Gedung Bolam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Para guru mengungkapkan kegelisahan mereka di tengah komitmen sekolah untuk mematuhi arahan Bupati Sidoarjo agar kegiatan Outing Class atau Outdoor Learning (ODL) tidak dilakukan terlalu jauh dari daerah asal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo, Rudi Setiawan, S.STP., M.Si., M.H., menyatakan pihaknya membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya dengan Dinas Pendidikan serta pihak sekolah di seluruh wilayah Sidoarjo. Langkah ini diambil untuk mencari solusi bersama atas keterbatasan destinasi wisata edukasi yang ada di kabupaten tersebut.
”Kita harus duduk bareng untuk melihat dengan jelas apa sih marwah dari ODL itu,” tegas Rudi kepada Aksaraindonesia.id, Selasa. (20/10/2026).
Ia menilai sinergi lintas instansi sangat diperlukan agar kegiatan luar kelas tetap berjalan efektif tanpa memberatkan pihak sekolah maupun orang tua murid.
Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo sebenarnya memiliki banyak sekali potensi objek wisata yang dapat dikemas dan dikunjungi untuk kegiatan ODL anak-anak sekolah. Mulai dari situs cagar budaya seperti candi, museum lokal, hingga kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) dapat disulap menjadi spot edukasi yang menarik.
Menurutnya, pemanfaatan fasilitas publik yang ada tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran langsung yang kontekstual. “Sidoarjo ini kaya akan budaya yang bisa menjadi sumber pembelajaran untuk anak-anak dan sangat murah dari segi biaya bila untuk ODL,” ungkap Rudi.
Pihaknya berharap ke depannya para pendidik dan pengelola pariwisata daerah dapat terus berkolaborasi mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Dengan demikian, kekhawatiran terkait kelayakan sarana dan prasarana wisata dapat diatasi secara bertahap melalui pembenahan bersama.
Disporapar Sidoarjo berencana memfasilitasi forum lanjutan bersama para kepala sekolah dan dinas terkait guna memetakan standar kebutuhan destinasi wisata edukasi yang ramah anak. Langkah konkrit ini diharapkan mampu mendongkrak kualitas pariwisata lokal sekaligus mendukung penuh kebijakan pembelajaran luar kelas di Sidoarjo.

