Kades Sidokerto, Subagyo. Doc : Siska PrestiwatiSidoarjo (Aksaraindonesia.id) –Kepala Desa Sidokerto, Kecamatan Buduran terpilih , Subagyo menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelayanan masyarakat melalui pemutakhiran data kesejahteraan warga secara berkala.
Subagyo yang meraih 3.320 suara mutlak dalam pemilihan kepala desa tersebut menyebut, pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama selama memimpin Desa Sidokerto.
“Dengan posisi saya yang sangat sederhana, kami akan memberikan pelayanan terbanyak untuk masyarakat,” kata Subagyo, Minggu (24/5/2026) sore.
Subagyo maju sebagai calon nomor urut 3 dalam kontestasi Pilkades Sidokerto yang diikuti tiga calon kepala desa.
Ia mengaku memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan pelayanan publik. Sebelum menjadi kepala desa, Subagyo pernah bertugas di SMKN 3, Dinas Pendidikan, Dispendukcapil, kecamatan, hingga menjabat Pj Kepala Desa Damarsi, Sidokerto, dan Sukorejo.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya memahami aturan dan regulasi pemerintahan desa, termasuk pengelolaan pembangunan dan anggaran.
Saat ini, kata dia, anggaran Bantuan Keuangan (BK) desa masih terbatas, yakni sekitar Rp 300 juta per tahun. Karena itu, pihak desa terus melakukan pendekatan dengan anggota dewan di Dapil 1 Buduran guna memperoleh tambahan BK maupun dana pokok pikiran (pokir).
Di bidang kesejahteraan masyarakat, Subagyo menyoroti pentingnya pemutakhiran data kemiskinan. Ia menilai masih banyak persoalan terkait validitas data warga penerima bantuan sosial.
“Data sering berubah dan beberapa kali tidak valid. Karena itu perlu pemutakhiran DTKS melalui musyawarah desa bersama masyarakat,” ujarnya.
Program prioritas yang segera dilaksanakan, ungkapnya, adalah melakukan pendataan ulang terkait masyarakat tidak mampu dan memanfaatkan aplikasi Sistem NG untuk pengusulan warga dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Saat ini masih ada 15 persen penduduk miskin yang belum terdata,” Imbuhnya.
Selain itu, Subagyo juga menggagas program kesehatan gratis bagi warga. Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan setahun sekali, cek gula darah, hingga pemeriksaan kolesterol gratis dengan melibatkan kolaborasi dokter di desa.
Di sektor kepemudaan, Subagyo mengaku prihatin karena hingga kini Desa Sidokerto belum memiliki lapangan sepak bola sendiri. Akibatnya, klub sepak bola desa harus menyewa lapangan di wilayah Banjar Panji maupun Krian untuk latihan.
“Setiap latihan harus sewa lapangan sekitar Rp 1 juta. Ke depan kepengurusan dan kepelatihan klub sepak bola akan kami sempurnakan,” pungkasnya.