
(Dua dari kiri) Sekretaris Forkom MBG Sidoarjo Jalaludin bersama jajaran pengurus Forkom MBG Sidoarjo usai menerima kunjungan Anggota DPR RI ke SPPG Siwalanpanji Sidoarjo, Rabu (14/10/2026) pagi. Dok : Siska PSidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Anggota DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke dapur mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Siwalanpanji, Kabupaten Sidoarjo. Fasilitas dapur tersebut dinilai sangat representatif dan layak dijadikan percontohan (pilot project) dalam mendukung kesuksesan program nasional pemenuhan gizi anak.
Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari para pengelola. Sekretaris Forum Komunikasi Makan Bergizi Gratis (Forkom MBG) Kabupaten Sidoarjo Bersatu yang juga dikenal sebagai Forum Komunikasi Pengusaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo, Jalaluddin Alham, menyampaikan apresiasi atas perhatian legislatif terhadap operasional dapur di lapangan.
”Kami tentu bangga atas kunjungan ini. Fasilitas dapur mitra di sini dinilai memadai, luas, strategis, dan tertata rapi sehingga dinilai layak menjadi pilot project,” ujar Jalaluddin di Sidoarjo, Rabu (14/10/2026) pagi.
Meski Badan Gizi Nasional (BGN) masih berusia relatif muda—yakni dua tahun—Jalaluddin menilai berbagai langkah pembenahan yang dilakukan lembaga tersebut sudah berada di jalur yang tepat. Salah satu yang paling diapresiasi adalah kebijakan verifikasi faktual secara ketat guna mengantisipasi data fiktif, baik dari sisi mitra maupun Penerima Manfaat (PM). Langkah ini dinilai krusial untuk mewujudkan sistem yang transparan dan berkeadilan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya hubungan simbiosis mutualisme antara BGN dan para mitra pengusaha. Menurutnya, para mitra telah menggelontorkan investasi mandiri dengan modal besar untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur dapur. Oleh karena itu, pengelolaan aspek profit secara profesional menjadi wajar demi menjaga keberlangsungan jangka panjang program.
Dari sisi teknis operasional, Forkom MBG Sidoarjo mendukung penuh kebijakan BGN yang mematok target 3.000 porsi per dapur. Kebijakan ini dinilai sangat realistis dan efisien guna merasionalkan jumlah titik dapur serta mengoptimalkan kualitas pelayanan. Di sisi lain, lokasi dapur juga dipastikan harus berada di radius yang dekat dengan sekolah, demi memastikan makanan tetap hangat, higienis, dan terjaga kualitas nutrisinya saat dikonsumsi oleh para siswa.
Ke depan, Forkom MBG Sidoarjo berharap sinergi antara BGN dan mitra swasta terus diperkuat melalui inovasi, kreativitas, dan pembenahan organisasi yang berkelanjutan. Kolaborasi yang solid ini diyakini menjadi kunci utama agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan generasi penerus bangsa.

