Pemkab Sidoarjo Siapkan Jaring dan TPS3R Atasi Sampah Sungai di Sukodono

Siska Prestiwati
3 Aug 2026 13:37
3 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan solusi jangka pendek hingga jangka menengah untuk mengatasi persoalan tumpukan sampah di aliran sungai Kecamatan Sukodono. Salah satu langkah cepat yang akan dilakukan ialah memasang jaring penahan sampah di sejumlah titik intake sungai.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi yang dipimpin Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026). Rapat dihadiri Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas PUBMSDA, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Bahrul Amig, Camat Sukodono, serta para kepala desa.

Enam desa menjadi perhatian karena memiliki titik penumpukan sampah terbanyak di aliran sungai, yakni Desa Jogosatru, Cangkringsari, Pademonegoro, Pekarungan, Suruh, dan Jumputrejo.

Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab akan memasang jaring di setiap intake sungai untuk menahan sampah yang terbawa arus. Sampah yang tertahan nantinya diangkut secara berkala melalui koordinasi pemerintah desa, DLHK, dan Dinas PUBMSDA. Selain itu, normalisasi saluran juga akan dilakukan agar aliran air kembali lancar.

Mimik mengatakan persoalan sampah tidak cukup diatasi hanya dengan membersihkan sungai. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah harus dibenahi mulai dari sumbernya.

“Persoalan sampah di Sukodono tidak bisa diselesaikan dengan membersihkan sungai saja. Yang harus kita benahi adalah sistemnya, mulai dari penanganan di hulu hingga pengolahan sampah di tingkat desa agar tidak lagi dibuang ke sungai,” kata Mimik.

Ia menjelaskan pemasangan jaring dan normalisasi saluran merupakan langkah cepat untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus mencegah aliran sungai tersumbat yang berpotensi memicu banjir.

“Langkah cepat yang kita lakukan adalah memasang jaring di setiap intake sungai dan melakukan normalisasi saluran. Sampah yang tertahan di jaring harus segera diangkut melalui koordinasi antara pemerintah desa, DLHK, dan PUBMSDA,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan solusi jangka menengah melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sejak dari sumber sehingga yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hanya sampah residu.

“Kita juga menyiapkan solusi jangka menengah dengan mendorong pembangunan TPS3R. Harapannya, sampah dapat diolah dari sumbernya sehingga yang masuk ke TPA benar-benar hanya sampah residu,” jelasnya.

Mimik menilai pertumbuhan penduduk dan kawasan perumahan di Sukodono ikut meningkatkan volume sampah. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai.

“Selama ini pemerintah rutin membersihkan sungai, tetapi sampah terus muncul kembali. Artinya, persoalan utamanya bukan hanya pembersihan, melainkan perilaku membuang sampah sembarangan yang harus kita ubah bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pekarungan menyebut pembersihan sungai selama ini telah dilakukan secara rutin. Pemerintah membersihkan sungai sedikitnya tiga kali dalam sepekan, sedangkan warga menggelar kerja bakti setiap Minggu dan telah menerapkan iuran pengelolaan sampah di tingkat desa.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
šŸ›”ļø STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI āœ“
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

šŸ“± Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia