

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya merawat komunikasi dan ruang dialog secara konsisten demi memperkuat sinergi pembangunan di Jawa Timur. Imbauan ini salah satunya ia tunjukkan kepada Senator DPD RI asal Jatim, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia).
Pesan tersebut disampaikan Emil saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Emil, dialog yang terbuka menjadi sarana penting untuk menyatukan berbagai pandangan, menyelaraskan aspirasi warga, serta membangun pemahaman bersama dalam menghadapi tantangan daerah.
”Tantangannya tinggal bagaimana Ning Lia dan saya, kami ini semua, kita bisa juga istiqomah untuk selalu membuka ruang dialog,” ujar Emil.
Ia menegaskan bahwa tradisi berdialog ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari hubungan baik yang telah terbangun sejak lama. Emil berharap ruang dialog antara pemerintah daerah dan wakil Jawa Timur di tingkat nasional terus hidup agar hubungan antarlembaga makin solid.
Merespons hal tersebut, Ning Lia menyambut hangat pentingnya menjaga keterbukaan dialog. Menurutnya, dialog yang inklusif dapat menjadi jembatan emosional dan gagasan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah.
”Semangat tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, parlemen, akademisi, organisasi masyarakat, hingga berbagai elemen masyarakat sipil,” kata Ning Lia.
Melalui komitmen dialog yang terjaga, kolaborasi antar-elemen di Jawa Timur diharapkan tidak sekadar hadir dalam momentum tertentu, tetapi menjelma menjadi budaya kebersamaan untuk merawat hubungan dan memajukan kesejahteraan warga.

