
(Kanan) Ketua KONI Sidoarjo, M Rafi Wibisono saat melihat langsung para atlet yang sedang berlaga di Kejurprov Persani di Kediri, Kamis (17/9/2026). Doc : Koni Sidoarjo untuk Aksaraindonesia.idKediri (Aksaraindonesia.id) – Ketua Umum KONI Sidoarjo M Rafi Wibisono turun langsung memantau perjuangan atlet Sidoarjo di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PERSANI Jawa Timur 2026. Kehadiran Rafi disebut menjadi bagian dari upaya KONI memantau perkembangan atlet secara langsung di arena pertandingan.
Rafi menyaksikan jalannya pertandingan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kediri, Kamis (17/9/2026). Selain menonton penampilan atlet, dia juga berbincang dengan atlet dan pendamping kontingen Sidoarjo.
Menurut Rafi, pemantauan langsung diperlukan agar KONI tidak hanya mengandalkan laporan dari masing-masing cabang olahraga (cabor).
“Kalau datang langsung, kita bisa melihat kondisi atlet, persiapan mereka, sekaligus mengetahui kebutuhan apa yang masih diperlukan,” kata Rafi.
Kejurprov PERSANI Jatim 2026 berlangsung pada 15-20 September 2026. Sebanyak 279 atlet dari 24 kabupaten/kota di Jawa Timur ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Para atlet bertanding dalam berbagai nomor senam, di antaranya senam artistik, ritmik dan aerobik.
Rafi meminta atlet Sidoarjo memanfaatkan kejuaraan tersebut untuk mengasah kemampuan. Menurutnya, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran karena setiap laga juga dapat menjadi bahan evaluasi.
“Yang penting atlet tampil maksimal dan jangan cepat puas. Setiap pertandingan harus menjadi pengalaman untuk memperbaiki kemampuan dan meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Selain memantau atlet, Rafi menyebut Kejurprov menjadi kesempatan bagi KONI Sidoarjo untuk melihat perkembangan masing-masing cabor.
Hasil pertandingan nantinya dapat menjadi bagian dari data evaluasi KONI dalam menyusun program pembinaan atlet.
“Kita perlu memetakan setiap cabor, mana yang menjadi kekuatan dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Dari pemetaan itu kemudian kita bisa menentukan pembinaan berikutnya,” jelasnya.
Rafi menegaskan pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. KONI Sidoarjo akan memantau perkembangan atlet melalui berbagai kejuaraan dan agenda pertandingan.
“Pembinaan harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. KONI akan terus memantau perkembangan atlet dan cabor melalui berbagai pertandingan,” tuturnya.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari arah kepengurusan baru KONI Sidoarjo melalui program Atlet Unggul dan Sidoarjo Juara.
Menurut Rafi, kejuaraan tingkat provinsi seperti PERSANI menjadi salah satu instrumen untuk melihat sejauh mana perkembangan atlet sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kejurprov ini menjadi salah satu cara untuk melihat perkembangan atlet Sidoarjo dan mengukur kesiapan mereka menuju target prestasi selanjutnya,” pungkasnya.

