filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo – SDN Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo meluncurkan aplikasi komunikasi bernama Kedungturi Id School (Kids). Aplikasi ini dibuat untuk mempermudah interaksi dua arah antara sekolah dengan wali murid.
Kepala SDN Kedungturi, Fatchur Rozi, mengatakan aplikasi Kids lahir dari kebutuhan meningkatkan efektivitas komunikasi dengan orang tua. Selain itu, pihak sekolah ingin bertransformasi menjadi sekolah digital.
Alumnus Universitas Negeri Surabaya ini menjelaskan latar belakang lahirnya aplikasi Kids ini karena adanya fenomena komunikasi yang kurang efektif antara walimurid dengan lembaga. Saat ini adalah zaman digital dan dirinya ingin ingin mengikuti era perkembangan zaman dengan menjadikan SDN Kedungturi menjadi sekolah digital.
“Sebelum membuat Kids, kami melakukan riset dan hasilnya Kids memang sangat dibutuhkan dan menjadi solusi komunikasi antara wali murid dengan lembaga, ” ungkapnya ditemui di ruang kerja, Selasa (24/09/2025).

salah siswi sedang menempel id ke alat Kids
Melalui kids ini, jelas Rozi, komunikasi antara wali murid dan lembaga tetap berjalan dengan lancar meskipun tidak ada pertemuan fisik dan terhalang waktu dan jarak. Melalui Kids, para orang tua bisa memantau anak secara langsung. Setiap aktivitas anak akan ada notifikasi di ponsel orang tua. Sebab dalam Kids ada sejumlah fitur tersedia, mulai dari absensi otomatis, notifikasi kehadiran anak, materi pembelajaran hingga 3 bulan ke depan, hingga ruang komunikasi untuk kritik dan saran.
“Setiap siswa yang datang ke sekolah harus menempelkan kartu ID ke alat Kids yang kami sediakan dan ada empat alat agar proses absensi tidak terlalu lama. Setiap anak menempelkan id ke alat Kids maka notifikasi langsung masuk ke HP orang tua dan orang tua mengetahui jam berapa putra putrinya sampe di sekolah. Tak hanya absensi, para orang tua juga bisa langsung kirim surat izin bila anaknya tidak masuk sekolah, atau minta surat keterangan sekolah lewat aplikasi sehingga orang tua tidak perlu datang ke sekolah, ” jelasnya.
Rozi menambahkan tak hanya absensi, Kids juga ada materi pembelajaran hingga tiga bulan ke depan. Dengan harapan anak- anak di rumah sudah bisa membaca atau mempelajari materi tersebut sehingga pas di kelas anak- anak bisa menggali lebih dalam dengan mengajukan pertanyaan ke guru kelas atau guru pengampu mata pelajaran tersebut.
“Dengan sistem ini ada pengkayaan dan kami mulai memperkenalkan salah sistem pelajaran pendidikan akselerasi, harapan saya tentunya akan lahir anak-anak cerdas dan bisa menjadi siswa siswi akselerasi dari SDN Kedungturi ini, ” ujarnya.
Aplikasi kids ini yang mulai diterapkan akhir 2024 ini melibatkan 600 siswa dengan dana sekitar Rp10 juta yang sebagian besar berasal dari donatur wali murid.
“Kalau ditanya soal dana, alhamdulillah setelah kami mensosialisasikan program ini ke wali murid, banyak yang mendukung. Salah satunya adalah donasi dari wali murid untuk biaya pembuatan aplikasi. Alhamdulillah wali murid sangat mendukung dan mensuport program Kids sehingga program ini bisa berjalan, “paparnya.
Rozi menambahkan, sejauh ini evaluasi menunjukkan respons positif. “Dari survei pelayanan sekolah, nilai komunikasi dengan wali murid sangat istimewa karena adanya aplikasi Kids,” tandasnya.Sis