
(Kiri) DPD RI Ning Lia bersama santriwati Pondok Pesantren Modern Al Fatimah di Bojonegoro.Bojonegoro (Aksaraindonesia.id) – Suasana peringatan hari lahir (harlah) ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah berlangsung hangat. Kedekatan dengan para santri terlihat saat Senator DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama hadir dan berinteraksi langsung dengan mereka.
Sejumlah santri tampak antusias menyambut kehadiran Lia. Mereka bergantian mengajak berbincang, bersalaman hingga berfoto bersama.
Suasana acara yang sebelumnya berlangsung formal pun berubah lebih cair. Lia melayani para santri dengan ramah sembari sesekali berbincang dan bercanda.
Menurut Lia, interaksi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pesantren dapat menjadi ruang pendidikan sekaligus tempat tumbuh yang memberikan pengalaman positif bagi para santri.
“Santri terlihat sangat bahagia. Ini menunjukkan pesantren bukan hanya tempat mendapatkan ilmu, tetapi juga ruang pendidikan yang menyentuh sisi kehidupan dan membentuk karakter,” kata Lia.
Lia juga menilai Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah terus mengalami perkembangan. Kemajuan tersebut, menurutnya, tidak hanya terlihat dari pembangunan fasilitas, tetapi juga dari upaya lembaga pendidikan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Ia menilai pesantren perlu terus membaca kebutuhan generasi muda. Lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan pembelajaran agama dan akademik, tetapi juga mendorong santri memiliki cita-cita serta kesiapan menghadapi masa depan.
“Pesantren harus mampu memahami kebutuhan zaman. Santri perlu diberikan ruang untuk berkembang dan memiliki cita-cita besar. Hal seperti ini penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.
Memasuki usia 20 tahun, Lia berharap Al-Fatimah dapat terus memperkuat kelembagaan dan memperluas kontribusinya kepada masyarakat.
Ia juga berharap pesantren tersebut mampu mempertahankan kualitas pendidikan sekaligus terus melahirkan generasi yang memiliki karakter dan kompetensi.
“Kita berharap Al-Fatimah semakin berkah, berkembang dan sukses. Semoga terus memberikan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa serta dapat menjadi salah satu pesantren yang menjadi rujukan dalam pengembangan pendidikan,” tuturnya.
Rangkaian harlah kemudian dilanjutkan dengan peluncuran kolaborasi KBIHU Al-Fatimah dengan PT Insan Madani Wisata (Imawa Tour & Travel).
Lia turut hadir dalam prosesi tersebut. Peluncuran ditandai dengan pemotongan balon sebagai simbol dimulainya kerja sama kedua pihak.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan bimbingan dan pendampingan bagi calon jemaah haji dan umrah.
Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr KH Tamam Syaifuddin, M.Si, mengatakan perjalanan dua dekade menjadi bagian penting dalam perkembangan lembaga yang dipimpinnya.
Ia menyebut Al-Fatimah kini memiliki jenjang pendidikan yang cukup lengkap. Mulai dari kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP, SMA hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah.
“Alhamdulillah, lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sudah lengkap. Mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP dan SMA, sampai perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah,” kata Tamam.
Menurut Tamam, pengabdian pesantren tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal. Al-Fatimah juga berupaya menghadirkan pelayanan bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pembinaan ibadah haji dan umrah.
“Kita akan melayani umat agar perjalanan ibadah haji dan umrahnya bisa berjalan lancar dan barokah,” ujarnya.
Harlah ke-20, lanjut Tamam, diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian dan meningkatkan prestasi pesantren.
“Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” tegasnya.
Peringatan dua dekade Al-Fatimah turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha asal Pamekasan H Khairul Umam atau Haji Her, keluarga besar pesantren, alumni, wali santri serta sejumlah tamu undangan.
Kemeriahan acara berlanjut hingga penghujung kegiatan. Sejumlah santri masih tampak mendekati Lia untuk bersalaman, berbincang maupun mengabadikan momen bersama.
Interaksi tersebut menjadi salah satu warna dalam perayaan 20 tahun perjalanan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah.

