Bakar Sebumi Gelar Workshop Seni Cukil untuk Remaja

Endang Pergiwati
6 Dec 2025 22:46
3 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Belasan pelajar SMP dan SMA berkumpul di Balai RW 2 Dupak Masigit, Kelurahan Jepara Kota Surabaya, Sabtu (6/12/2025) malam. Mereka tampak asyik membuat desain dan “mencukil” di atas media berbahan karet. Hasil cukil itu selanjutnya dicetak di atas kaos yang mereka miliki.

Workshop seni cukil ini diprakarsai oleh Komunitas Batalyon Kerja Rupa (Bakar) Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia (Sebumi), yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pameran-Workshop-Pasar Rakyat BUMI yang digelar di Galeri Dewan Kesenian Kota Surabaya, mulai tanggal 1 hingga 7 Desember kemarin.

Seni cukil sendiri bisa diartikan sebagai seni mencipta karya dengan cara mengukir atau memahat di atas media berbahan kayu, karet, logam atau bahan lainnya. Demikian pula, pada workshop cukil kali ini, para peserta yang didominasi remaja usia 14 hingga 18 tahun ini, membuat desain gambar, lalu mengukir media berbahan karet, kemudian mencetak desain tersebut ke atas kaos mereka masing-masing.

Para remaja tampak sangat antusias saat melakukan tahap demi tahap dari proses seni cukil ini. Mulai dari mencipta desain, mencukil karet hingga mencetak di atas kaos atau kain. Meski karena keterbatasan media karet yang tersedia, para remaja itu harus mengerjakannya secara berkelompok. Namun hal ini justru semakin memperkuat rasa kebersamaan di antara para remaja ini.

Pendiri komunitas Bakar Sebumi, yang memberikan materi workshop seni cukil ini, Ibob, menyampaikan, dirinya hanya ingin berbagi kemampuan teknik cukil kepada semua lapisan masyarakat. Kalau sasaran peserta dalam workshop ini para pelajar di kampung Dupak Masigit, pada workshop di kawasan Jarak (eks lokalisasi Dolly) yang digelar sebelumnya, sasaran peserta adalah warga sekitar, termasuk para mantan PSK.

“Tujuan kami memang melatih beragam bidang kesenian, terutama seni rupa dengan media kayu, karet atau bahan lainnya. Tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Itu tujuan kami,” tegas Ibob.

Dalam beberapa worskshop yang dilaksanakan Ibob sebelumnya, peserta workshop hanya dikenakan biaya dari bahan-bahan yang mereka gunakan, seperti media cukil, pisau cukil, tinta, beserta kain atau kaos atau totebag yang dijadikan bahan aplikasi cetak. Melalui workshop yang digelar, Ibob hanya berharap dapat turut mengasah kreatifitas masyarakat di semua lapisan, tanpa biaya mahal.

Workshop seni cukil di tengah kampung ini pun mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, yang datang bersama warga sekitar dan melihat langsung para remaja peserta workshop ini “bermain” cukil.

“Saya melihat, kegiatan ini sangat positif dan perlu untuk diadakan, misal pada masa libur sekolah. Karena dengan kegiatan seperti ini, dapat mengasah ketrampilan dan kreativitas anak remaja. Selain itu juga mengurangi aktivitas anak-anak bermain game online atau sibuk dengan media sosial di hp,” ucap Budi Leksono di hadapan puluhan warga Dupak Masigit.

Budi menambahkan, bahwa perangkat kampung di berbagai wilayah, perlu mencontoh aktivitas ini, mengadakan kegiatan yang meningkatkan kreatifitas, sekaligus menanamkan nilai seni budaya seperti ini, agar anak remaja di Kota Pahlawan ini dapat mengisi waktunya dengan hal-hal yang kreatif dan positif.

Saran ini pun langsung ditanggapi oleh perangkat kampung setempat, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan diagendakan pada masa liburan sekolah mendatang.

13-03-2026

5-5-2026