
Kalabahi (Aksaraindonesia.id) – Pemerintah Kabupaten Alor menggelar Focus Group Discussion (FGD) pemaparan hasil riset Ekspedisi Patriot Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait pemetaan potensi ekonomi kawasan transmigrasi. Kegiatan dibuka langsung Penjabat Sekda Alor, Obetth Bolang, di lantai tiga Kantor Bupati Alor, Senin (1/12/2025).
FGD ini menjadi tahap akhir dari ekspedisi tiga bulan yang dilakukan tim Patriot UGM sejak September 2025. Riset dilakukan di tiga kawasan transmigrasi: Tanglapui dan Kaipera di Kecamatan Alor Timur, serta Remangsingfui di Kecamatan Mataru.
Tim terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dipimpin Dr Rury Eprilurahman bersama Faradila, Harist Alam Maulana, dan Nala Azkiya. Kelompok kedua dipimpin Dr Eng Thoriq Teja Samudra dengan anggota Bima Kurniawan, Kanya Nabila Febriani, dan Sekar Alyah Maharani. Keduanya bekerja paralel memetakan potensi komoditas, kondisi sosial-ekonomi, hingga tantangan infrastruktur.
Paparan Temuan UGM
Dalam pemaparannya, tim UGM menyampaikan sejumlah temuan dan rekomendasi. Mulai dari identifikasi komoditas unggulan pertanian, hortikultura, peternakan, serta peluang wisata alam. Tim juga mendorong peningkatan akses pendidikan seperti beasiswa bagi pelajar transmigrasi dan penguatan fasilitas belajar.
Rekomendasi lainnya mencakup pembenahan infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, dan listrik, hingga peninjauan ulang tata ukur lahan transmigrasi. UGM turut menekankan pentingnya pelatihan teknis dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kawasan transmigrasi Alor punya potensi besar—tanahnya subur dan masyarakatnya sangat kooperatif,” kata Dr Rury.
Dr Thoriq menambahkan laporan lengkap sudah disusun dan akan diserahkan ke Pemkab Alor serta kementerian terkait.
Pemkab Alor Siap Tindak Lanjut
Pj Sekda Alor Obetth Bolang mengapresiasi kerja tim selama lebih dari tiga bulan di lapangan.
“Hasil riset ini sangat strategis untuk dasar pengambilan kebijakan. Pemkab Alor siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi melalui perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Ia memastikan sektor pendidikan, infrastruktur dasar, dan peningkatan kapasitas masyarakat akan menjadi prioritas tindak lanjut. “Dinas Nakertrans akan mengawal penuh agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat transmigrasi,” tegasnya.
FGD ditutup dengan diskusi antara tim UGM dan perangkat daerah guna merumuskan langkah strategis untuk pembangunan transmigrasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pemkab berharap hasil kajian ini mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi di Alor.