

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Sebuah gudang penyimpanan barang bekas atau rongsokan di Desa Bluru Kidul, Kabupaten Sidoarjo, hangus terbakar pada Senin (2/11) pagi. Si jago merah yang mengamuk sempat membuat warga sekitar panik lantaran nyaris merembet ke permukiman padat.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Sidoarjo yang menerima laporan darurat langsung mengerahkan armada ke lokasi kejadian. Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk melumpuhkan amukan api yang melahap area seluas kurang lebih 800 meter persegi tersebut.
Humas BPBD Damkarmat Sidoarjo, Moh Faexlazim, membeberkan bahwa pihaknya mendapat informasi awal dari warga sekitar pada pukul 05.14 WIB.
”Merespons laporan itu, kami langsung menerjunkan personel gabungan dari Regu 1 Unit Kota dan Regu 1 Unit Buduran dengan membawa dua armada pemadam,” kata Faexlazim saat dikonfirmasi.
Setibanya di lokasi, tim pemadam langsung menerapkan taktik penyekatan untuk melokalisir api agar tidak meluas ke bangunan warga di sekitarnya. Setelah berjibaku dengan pekatnya kepulan asap, petugas akhirnya berhasil menguasai situasi dan merampungkan proses pendinginan sekitar pukul 07.30 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen sementara di lapangan, insiden ini diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar area gudang rongsokan. Kendati demikian, aparat terkait masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut, termasuk menghitung total kerugian materiil yang diderita pemilik gudang.
Beruntung, insiden menegangkan ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Menanggapi kejadian ini, Faexlazim melayangkan peringatan keras kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan, khususnya di dekat lokasi penyimpanan material yang mudah tersulut api.
”Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran sampah di dekat area rongsokan atau tempat penyimpanan barang bekas. Langkah antisipasi ini sangat krusial demi keselamatan bersama dan mencegah terjadinya musibah serupa,” tandasnya.

