Cetak Wirausaha Muda Profesional, UHT Gelar Workshop Tata Kelola Keuangan P2MW 2026

Siska Prestiwati
13 Jul 2026 18:33
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya terus berkomitmen mencetak wirausaha muda yang profesional dan akuntabel. Melalui Biro Kemahasiswaan, Kemaritiman dan Alumni (BKKA), UHT menggelar Workshop Tata Kelola Keuangan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

​Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pascasarjana Lantai 4 UHT Surabaya pada Senin (13/7/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mengelola usaha mereka secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

​Workshop dibuka langsung oleh Kepala BKKA UHT, Budi Priyono, S.Sos., M.M. Turut hadir sebagai narasumber utama, Jacobus Wiwin Kuswinardi, S.T., S.Kom., M.Kom., ACC., yang merupakan Reviewer Kompetisi P2MW Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Sainstek).

​Penyerahan Dana Simbolis & Rekam Jejak Prestasi UHT

​Tak hanya sekadar pelatihan, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan dana P2MW 2026 dari Kemendikti Sainstek kepada tim mahasiswa penerima pendanaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala BKKA UHT sebagai bentuk dukungan penuh kampus terhadap ekosistem wirausaha mahasiswa.

​Dalam sambutannya, Budi Priyono menegaskan bahwa P2MW merupakan program strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di perguruan tinggi. Komitmen UHT dalam mengawal program ini pun terbukti lewat rekam jejak yang impresif.

​Sejak tahun 2022 hingga 2025, UHT sukses mengantarkan 24 tim mahasiswa memperoleh pendanaan P2MW. Tren positif ini berlanjut di tahun 2026 dengan lolosnya tiga tim mahasiswa UHT di kategori Jasa & Perdagangan, Budidaya, serta Makanan & Minuman. Menariknya, dua kategori terakhir berhasil menembus pendanaan untuk ‘Tahapan Bertumbuh’—menandakan bisnis mereka dinilai makin mapan.

​”Keberhasilan memperoleh pendanaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Setiap tim dituntut mampu mengelola usaha secara profesional, mulai dari target usaha hingga administrasi keuangan yang transparan dan akuntabel,” ujar Budi Priyono.

​Strategi Bisnis dan FGD Intensif

​Masuk ke sesi inti, Jacobus Wiwin Kuswinardi memaparkan materi krusial mengenai penguatan bisnis rintisan (startup) mahasiswa. Ia membagikan strategi bagaimana membangun usaha yang inovatif dan adaptif di tengah pasar yang kompetitif, mulai dari penguatan model bisnis hingga manajemen keuangan yang sehat.

​Usai pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Di sini, mahasiswa dan dosen pendamping bisa berkonsultasi langsung dengan narasumber mengenai:

​Tantangan dan peluang pengembangan usaha.

​Tata kelola dan mekanisme pelaporan keuangan.

​Solusi taktis terhadap kendala bisnis rintisan yang sedang berjalan.

​Melalui workshop dan FGD intensif ini, para mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman matang mengenai penyusunan bukti pertanggungjawaban dana yang benar. UHT berharap program ini melahirkan wirausaha muda yang unggul dan mampu membawa nama baik kampus di kancah nasional.

 

x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Hey there 👋
It’s your friend Dany Williams. How can I help you?
WhatsApp