
Bangil (Aksaraindonesia.id) – Manajemen dan staf Dalwa Hotel menggelar kegiatan ziarah dan sowan ke makam Pendiri Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Almukarrom Al-Arif Billah Abuya Habib Hasan bin Ahmad Baharun, serta istrinya, Almukarromah Hubabah Khodijah binti Muhammad Al-Hinduan. Ziarah berlangsung di area masjid Ponpes Dalwa, Bangil, Jumat (28/11/2025) sore.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dan moral di lingkungan kerja, selain fokus pada profesionalisme pelayanan hotel.
Acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang dipimpin Ustaz Miftakhul Arif. Suasana khidmat terlihat sepanjang prosesi berlangsung, dengan seluruh peserta larut dalam doa.
Manajemen menyebut ada tiga nilai utama yang ingin ditegaskan melalui kegiatan ziarah ini. Pertama, peningkatan keimanan dan ketakwaan, sekaligus meneladani perjuangan dakwah Abuya Habib Hasan dan Hubabah Khodijah. Kedua, menjadi ajang refleksi serta introspeksi diri bagi seluruh karyawan agar mampu memperbaiki diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Ketiga, sebagai bentuk bakti kepada para pendiri dan leluhur yang telah meletakkan dasar keilmuan dan akhlak bagi keluarga besar Dalwa.
General Manager Dalwa Hotel, Dendi Prayogo, turut hadir bersama seluruh Head of Department (HoD) dan karyawan dari berbagai unit kerja.
Dendi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan visi kerja dengan nilai-nilai yang diajarkan para pendiri pesantren.
“Kerja di Dalwa Hotel bukan sekadar tentang pelayanan, tapi juga tentang adab. Para pendiri telah memberikan teladan besar tentang bagaimana membangun sesuatu dengan ketulusan dan akhlak. Itu yang ingin kami tanamkan ke seluruh tim,” ujarnya.
Ia menyebut, ziarah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap langkah dalam menjalankan usaha harus diiringi niat yang bersih dan doa.
“Semoga apa yang kami lakukan hari ini membawa keberkahan untuk hotel, untuk keluarga besar Dalwa, dan untuk tamu-tamu yang kami layani setiap hari. InsyaAllah ini bukan kegiatan terakhir, tapi akan menjadi agenda rutin kami,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan spiritual semacam ini menjadi penting sebagai penyegar jiwa di tengah kesibukan operasional hotel yang padat.
“Karyawan yang hatinya tenang dan kuat secara spiritual pasti akan lebih bersemangat dan tulus dalam bekerja. Itu yang kami kejar—bukan hanya output, tapi kualitas diri,” tutup Dendi.