Warih Andono Dorong Pelestarian Budaya, Sidoarjo Diharap Jadi Kota Modern yang Tak Putus Akar Tradisi

Siska Prestiwati
19 Jun 2026 22:34
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono mengingatkan pentingnya menjaga denyut kebudayaan agar tidak pudar ditelan zaman. Melalui gelaran fasilitasi budaya di Sidoarjo, ia menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas peradaban yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan.

Bagi Warih, kebudayaan adalah wajah sebuah daerah, penanda jati diri yang tak boleh tercerabut dari akarnya.

“Karena itu, ruang-ruang ekspresi budaya harus terus dihidupkan agar generasi muda tak hanya mengenal kemajuan, tetapi juga memahami asal-usul dan nilai luhur yang membentuk daerahnya, ” Kata Warih Andono, Jumat (19/6/2026) malam.

Pesan itu mengemuka di tengah antusiasme masyarakat yang memadati Pendopo Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pemkab Sidoarjo. Selama dua hari pelaksanaan, warga datang untuk menyaksikan beragam pertunjukan budaya yang ditampilkan dalam rangkaian acara tersebut.

Suguhan seni tradisi yang tampil silih berganti mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi para penonton, acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang untuk kembali menyapa akar budaya yang selama ini hidup di tengah masyarakat Sidoarjo.

Warih menilai, kegiatan fasilitasi budaya memiliki arti penting karena menjadi jembatan antara tradisi dan generasi masa kini. Menurutnya, budaya harus hadir dekat dengan masyarakat, dirawat dalam keseharian, dan diberi panggung agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Ia pun berharap upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada penyelenggaraan acara seremonial semata. Dukungan pemerintah, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat agar kebudayaan lokal tetap tumbuh dan tidak kehilangan ruang.

Harapan serupa juga disampaikan masyarakat yang hadir dalam kegiatan itu. Mereka ingin fasilitasi budaya seperti ini tidak berhenti pada tahun ini saja, melainkan menjadi agenda tahunan yang digelar lebih besar dan lebih semarak.

 

Menurut mereka, jika dikemas secara konsisten dan serius, kegiatan budaya di Sidoarjo berpotensi menjadi daya tarik wisata. Tak hanya mengundang perhatian masyarakat lokal, agenda semacam ini juga dinilai bisa menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

“Dengan suksesnya acara ini, Sidoarjo mengirimkan pesan kuat kepada daerah lain untuk memajukan sebuah kota yang modern pemikirannya, tetapi tetap luhur budaya dan tradisinya,” pungkas Warih Andono.

 

5-5-2026

Arsip Berita :