
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kepala Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Karyono membeberkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepemimpinannya periode 2026-2034. Sertifikasi tanah massal, penyempurnaan pengelolaan sampah, hingga penguatan ketahanan pangan menjadi fokus utama untuk mempercepat pembangunan desa.
“Kami ingin pembangunan Desa Jogosatru lebih baik dari sebelumnya. Masih banyak yang perlu dibenahi dan ditata secara bertahap,” kata Karyono saat ditemui di Kantor Desa Jogosatru, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, salah satu program yang segera direalisasikan adalah sertifikasi tanah secara massal bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah sekaligus mempermudah administrasi pertanahan warga.
Selain itu, Pemdes Jogosatru juga akan menyempurnakan sistem pengelolaan sampah berbasis TPS 3R yang telah dimiliki desa. Upaya tersebut akan dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat agar membiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.
“TPS sudah ada, tinggal penyempurnaan fasilitas. Kami juga akan membangun budaya masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.
Di bidang pelayanan publik, Karyono berencana meningkatkan komunikasi dengan warga melalui sosialisasi keliling di empat dusun menggunakan kendaraan yang dilengkapi pengeras suara. Informasi yang disampaikan meliputi pelayanan administrasi, pembayaran pajak, hingga berbagai program pemerintah desa.
“Masyarakat harus mendapatkan informasi secara langsung. Karena itu kami akan turun ke setiap dusun agar komunikasi antara pemerintah desa dan warga semakin baik,” katanya.
Di sektor pertanian, Karyono menilai Desa Jogosatru masih memiliki potensi sebagai daerah penghasil padi. Namun, pemerintah desa juga akan mengembangkan komoditas hortikultura seperti bayam, kangkung, dan sawi untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Tak hanya itu, sektor peternakan juga menjadi perhatian. Pemerintah desa menyiapkan pengembangan budidaya lele, belut, dan bebek sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Selain tanaman pangan, kami juga akan mengembangkan peternakan lele, belut, dan bebek agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ucapnya.
Untuk merealisasikan berbagai program tersebut, Pemerintah Desa Jogosatru akan menggandeng sejumlah pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah, perguruan tinggi, hingga perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan melibatkan perguruan tinggi agar ada pendampingan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Meski demikian, Karyono mengakui pembangunan sektor pertanian menghadapi tantangan akibat berkurangnya lahan sawah karena alih fungsi menjadi kawasan permukiman.
“Lahan pertanian berkurang sekitar 30 persen, bahkan bisa lebih. Ini menjadi tantangan bersama agar ketahanan pangan tetap terjaga,” katanya.
Sebagai langkah awal, pemerintah desa akan memprioritaskan pengembangan tanaman jagung dan serai sambil mencari inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi wilayah.
Usai pelaksanaan pemilihan kepala desa, Karyono juga mengajak seluruh masyarakat mengakhiri perbedaan pilihan politik dan kembali bersatu membangun Desa Jogosatru.
“Pilihan sudah selesai. Sekarang kita mulai dari nol. Tidak ada lagi perbedaan. Semua warga adalah bagian dari Desa Jogosatru dan harus bersama-sama membangun desa,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat terus terjalin sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.
“Saya berharap seluruh masyarakat bersatu, saling mendukung, dan terus berkomunikasi. Dengan begitu, Desa Jogosatru akan menjadi desa yang lebih maju, aman, dan sejahtera,” pungkasnya.