

Jakarta (Aksaraindonesia.id) – Anggota MPR RI/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, mengajak masyarakat untuk turut menyaksikan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ning Lia menilai agenda kenegaraan yang disiarkan langsung melalui media sosial ini merupakan momentum penting bagi rakyat untuk mengetahui perkembangan penyelenggaraan negara sekaligus mengawal arah pembangunan Indonesia.
”Besok kita akan mengikuti salah satu momentum penting kenegaraan. Saya mengajak masyarakat, khususnya masyarakat Jawa Timur, untuk ikut menyaksikan. Mari kita dengarkan bersama apa yang telah dikerjakan dan bagaimana arah pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Menurut Senator asal Jatim ini, partisipasi masyarakat tidak harus diwujudkan dengan hadir fisik di Kompleks Parlemen. Mengikuti jalannya sidang secara live streaming, memahami substansi pidato kenegaraan, hingga mengkritisi kebijakan publik sudah menjadi bagian nyata dari kepedulian berbangsa dan bernegara.
Apalagi, momen ini berlangsung tepat menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Minta Pembangunan Dampaknya Dirasakan Daerah
Ning Lia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada agenda seremonial semata, melainkan jadi pemantik untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah bangsa.
Sebagai wakil daerah, ia menekankan pentingnya arah kebijakan nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat di daerah—mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, kepemudaan, perlindungan perempuan dan anak, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
”Indonesia adalah milik kita bersama. Karena itu, masyarakat juga perlu mengetahui, mengikuti, dan ikut mengawal perjalanan bangsa ini. Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk menghadirkan Indonesia yang semakin maju dan kesejahteraannya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa kepedulian publik terhadap jalannya demokrasi dan arah kebijakan negara adalah kunci dalam menjaga hubungan yang sehat antara rakyat dengan lembaga-lembaga tinggi negara.

