

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – PKB Sidoarjo mulai memacu regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan. Anak muda menjadi salah satu bidikan untuk mengisi struktur PAC sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Wakil Ketua I DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan penjaringan calon ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) dilakukan serentak sejak 8 Agustus hingga 20 Agustus 2026. Tahapan tersebut dilakukan setelah kepengurusan baru DPC PKB Sidoarjo disahkan dan masa jabatan pengurus PAC di tingkat kecamatan berakhir.
“Pemilihan calon ketua PAC serentak ini sudah mulai sejak 8 Agustus sampai 20 Agustus. Setelah itu akan diagendakan Musancap PAC serentak Sidoarjo,” kata Nasih saat ditemui di ruang kerja Ketua DPRD Sidoarjo, Selasa (11/8/2026) malam.
Nasih berharap penjaringan tersebut tidak hanya menghasilkan kader internal, tetapi juga membuka pintu bagi tokoh masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting untuk memperkuat struktur PKB di tingkat kecamatan.
Harapannya banyak tokoh-tokoh di masyarakat, khususnya anak muda, yang bisa masuk dan bergabung dalam kepengurusan PAC di kecamatan masing-masing,” ujarnya.
Ketua DPRD Sidoarjo itu menyebut PKB menghadapi tantangan besar menuju Pemilu 2029. Selain persaingan antarpartai, perubahan komposisi pemilih menjadi perhatian. Generasi muda diperkirakan akan memiliki porsi besar dalam menentukan hasil pemilu mendatang.
“Tantangan ke depan PKB itu tidak kecil. Di samping ada partai-partai rival, yang paling penting adalah perubahan pemilih. Karena pada 2029 banyak anak muda yang akan menjadi pemilih, terutama Gen Z dan Gen Alpha,” jelas Nasih.
Karena itu, Nasih menilai struktur partai di tingkat kecamatan harus memberi ruang lebih besar kepada generasi muda. Menurut dia, regenerasi tidak cukup hanya dengan merekrut kader, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat langsung dalam politik.
“PKB ke depan harus tanggap terhadap peluang. Karena pemilih nantinya lebih banyak anak muda, PAC tingkat kecamatan harus memberikan ruang kepada anak muda untuk masuk ke dunia politik,” tegasnya.
Dalam proses penjaringan, setiap kecamatan nantinya dapat mengusulkan beberapa nama bakal calon ketua PAC. Nama-nama tersebut terlebih dahulu menjalani penjaringan dan pendalaman oleh tim sembilan sebelum diteruskan ke DPW PKB Jawa Timur.
“Jadi, hasil penjaringan dan pendalaman dari tim sembilan itu ada yang dua sampai tiga bakal calon masing-masing tingkat kecamatan. Hasilnya akan diberikan ke DPW karena kewenangan untuk menentukan ketua PAC dan mengeluarkan SK PAC juga ada di DPW PKB Jatim,” jelas Nasih.
DPW PKB Jawa Timur kemudian akan melakukan penggodokan terhadap nama-nama tersebut. Kandidat yang masuk dapat berjumlah lebih dari tiga orang sebelum akhirnya ditetapkan sebagai calon ketua PAC.
Para calon ketua PAC juga masih harus mengikuti fit and proper test yang digelar DPW PKB Jawa Timur. Tahapan tersebut rencananya dilaksanakan secara serentak di Malang. Status kandidat baru berubah menjadi ketua setelah SK kepengurusan diterbitkan dan disahkan.
“Setelah terpilih menjadi calon ketua, mereka akan mendapatkan fit and proper test lagi oleh DPW PKB Jawa Timur. Jadi sampai SK turun, status mereka masih calon ketua. Kalau SK sudah turun dan disahkan, baru menjadi ketua,” katanya.
Pada Selasa (11/8), penjaringan calon ketua PAC masih berlangsung di sejumlah kecamatan, di antaranya Tulangan dan Waru. Setelah seluruh Musancap PAC rampung, hasilnya akan dibawa ke Malang untuk mengikuti tahapan berikutnya.
DPC PKB Sidoarjo kemudian akan melanjutkan pembentukan struktur hingga tingkat ranting setelah SK kepengurusan PAC diterbitkan. Nasih menargetkan seluruh struktur organisasi sudah terbentuk pada akhir 2026.
“Setelah tanggal 20, setelah selesai seluruh Musancap, hasil Musancap kemudian akan dibawa ke Malang. Setelah SK turun, kita akan bergerak untuk rantingisasi, yaitu penyusunan pengurus di level ranting,” ujarnya.
Menurut Nasih, percepatan struktur organisasi menjadi penting karena PKB Sidoarjo mulai menyiapkan mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2029. Struktur DPC, DPAC hingga ranting diharapkan segera aktif menjalankan berbagai program.
“Kita memang butuh percepatan antara DPC, DPAC, dan rantingisasi ini untuk program-program karena kita menghadapi 2029. Target akhir tahun ini seluruh struktur sudah terbentuk semuanya, sehingga nanti bisa bergerak cepat melaksanakan program-program pemenangan untuk 2029,” tuturnya.
Selain pembentukan struktur, DPC PKB Sidoarjo juga menyiapkan pelantikan bersama dan membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Untuk target politik, PKB Sidoarjo membidik peningkatan perolehan kursi legislatif menjadi 18 kursi pada Pemilu 2029.
“Target DPC PKB Sidoarjo adalah 18 kursi. Semoga semuanya bisa ada perwakilan dari kecamatan-kecamatan,” kata Nasih.
Nasih optimistis target tersebut bisa diwujudkan dengan kekuatan kader dan masuknya generasi muda ke dalam struktur partai. Ia menilai anak muda memiliki energi serta gagasan yang dibutuhkan PKB untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Insyaallah, kami yakin anak-anak muda yang ada di PKB ini lebih progresif,”pungkasnya.

