Logam mulia emas 24 karat. Doc : IstimewaJakarta (Aksaraindonesia.id)- Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam) kembali turun pada Kamis (22/1). Logam Mulia mencatat harga emas anjlok Rp 15.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.805.000 menjadi Rp 2.790.000 per gram.
Penurunan serupa juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali. Logam Mulia menurunkan harga buyback sebesar Rp 15.000 per gram, dari Rp 2.650.000 menjadi Rp 2.635.000 per gram. Dengan begitu, selisih antara harga jual dan buyback hari ini berada di angka Rp 155.000 per gram.
Selama ini Antam memang menerapkan dua jenis harga untuk emas batangan: harga jual (ketika konsumen membeli emas) dan harga buyback (ketika konsumen menjual emas kembali ke gerai Logam Mulia).
Artinya, jika pagi ini seseorang membeli emas seharga Rp 2.790.000 per gram, lalu tiba-tiba harus menjualnya kembali karena kebutuhan mendesak, harga yang diterima hanya Rp 2.635.000 per gram. Selisih harga yang cukup besar ini menjadi catatan penting bagi para investor.
Para calon investor disarankan benar-benar memahami perbedaan dua harga tersebut. Tanpa perhitungan matang, potensi kerugian bisa terjadi karena spread harga emas yang relatif tebal. Emas, dengan demikian, lebih cocok untuk investasi jangka panjang agar kenaikan harga dapat menutup selisih jual–beli sekaligus memberikan keuntungan.
Sebagai gambaran, berikut potensi untung-rugi berdasarkan harga beli emas Antam pada beberapa periode:
-emas 15 Januari 2026 (Rp 2.675.000 per gram): -1,50% (rugi)
-Membeli emas 22 Desember 2025 (Rp 2.502.000 per gram): 5,32% (untung)
-Membeli emas 22 Oktober 2025 (Rp 2.337.000 per gram): 12,75% (untung)
-Membeli emas 22 Juli 2025 (Rp 1.946.000 per gram): 35,41% (untung)
– Membeli emas 22 April 2025 (Rp 2.039.000 per gram): 29,23% (untung)
– Membeli emas 22 Januari 2025 (Rp 1.606.000 per gram): 64,07% (untung)
– Membeli emas 22 Oktober 2024 (Rp 1.510.000 per gram): 74,50% (untung)
– Membeli emas 22 Juli 2024 (Rp 1.404.000 per gram): 87,68% (untung)
– Membeli emas 22 April 2024 (Rp 1.343.000 per gram): 96,20% (untung)
Data tersebut menunjukkan bahwa emas tetap memberikan imbal hasil menarik dalam jangka panjang, meski fluktuasi jangka pendek kadang berisiko rugi.