
Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – DPC PKB Sidoarjo menggelar pendidikan loyalis sebagai lanjutan dari program pendidikan kader perubahan yang telah berlangsung selama sebulan terakhir. Sebelumnya, seluruh anggota fraksi telah melaksanakan 15 putaran pendidikan kader.
Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih menjelaskan, pelatihan kali ini secara khusus dibatasi untuk peserta berusia maksimal 35 tahun. Langkah ini selaras dengan komitmen PKB sebagai partai kaderisasi yang ingin mencetak kader-kader muda potensial.
“Kita ingin menanamkan kepada adik-adik bagaimana berpolitik yang baik, kenapa harus berpolitik, dan kenapa ketika berpolitik harus ke PKB. Selain itu juga kita tanamkan jiwa loyalis, komitmen kebangsaan, komitmen terhadap empat pilar, dan komitmen kepada PKB,” kata Abdillah Nasih ditemui di sela-sela Kegiatan Pendidikan Kader Loyalitas di Hotel Luminor Sidoarjo, Minggu (16/11/2025).
Sebanyak 120 kader dari 18 kecamatan mengikuti pendidikan loyalis ini. Mereka disiapkan sebagai “pasukan khusus” anak muda yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga berjiwa kebangsaan, patriotisme, dan loyalitas terhadap partai.
PKB menargetkan anak-anak muda ini dapat tampil lebih maksimal dalam kontribusi politik ke depan. Tak hanya ingin dikenal sebagai partai identitas atau kelompok nasionalis, PKB juga ingin memposisikan diri sebagai partai yang ramah dan digerakkan oleh anak muda.
“Ke depan anak muda menjadi ceruk yang sangat luar biasa. Mereka akan menjadi model utama untuk merebut kemenangan,” katanya pria yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo ini.
PKB Sidoarjo menetapkan target tinggi untuk perolehan suara pemilih muda di pemilu mendatang. Bila pada pemilu sebelumnya suara anak muda berada di angka sekitar 30 persen, partai menargetkan bisa mencapai minimal 50 persen di pemilu berikutnya.