Dapur MBG Prambon Diresmikan, Mimik Tekankan Pengawasan Ketat

Siska Prestiwati
14 Jan 2026 07:52
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Maraknya laporan dugaan keracunan massal di sejumlah daerah membuat isu keamanan pangan jadi sorotan. Di tengah kekhawatiran itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Temu, Kecamatan Prambon, Selasa (13/1/2026), sambil menegaskan pentingnya pengawasan ketat.

Mimik menekankan bahwa kualitas dan keamanan makanan tidak bisa hanya bertumpu pada pengelola dapur. Ia meminta masyarakat sekitar ikut memantau kebersihan, proses memasak, hingga kelayakan menu yang disajikan agar insiden serupa tidak terjadi di Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Mimik menekankan pentingnya pengawasan bersama agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga. Ia meminta masyarakat sekitar tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi ikut memantau kebersihan dan proses pengolahan makanan.

Pengawasan bersama sangat penting, apalagi belakangan ini beredar informasi dugaan keracunan massal di beberapa daerah. Kita tidak ingin hal itu terjadi di Sidoarjo,” kata Mimik.

Ia berharap dapur SPPG Desa Temu bisa menjadi contoh penerapan standar higienitas bagi dapur MBG lainnya. Menurut Mimik, program MBG adalah program nasional jangka panjang, sehingga informasi keliru—termasuk isu bahwa program akan diganti bantuan uang tunai—perlu diluruskan.

Sampai hari ini, itu tidak benar. Program yang berjalan tetap Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.

Mimik juga menyinggung masih adanya pihak yang ragu mendukung pendirian dapur MBG. Ia mengajak sekolah, guru, orang tua, dan warga sekitar untuk bersama mengawal program demi peningkatan gizi anak-anak.

Koordinator SPPG 001 Prambon, Wahyu Sejati, mengatakan dapur Desa Temu dapat beroperasi berkat dukungan pemerintah daerah. Ia berharap keberadaan dapur tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga membuka peluang ekonomi warga sekitar, mulai dari serapan tenaga kerja hingga penggunaan produk lokal.

Dapur ini kami siapkan untuk melayani masyarakat sebaik mungkin. Terima kasih atas pendampingan Ibu Wakil Bupati sejak awal hingga peresmian hari ini,” ujar Wahyu.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H Kayan, menilai Program MBG sebagai kebijakan strategis yang harus dikelola hati-hati. Ia menyebut di Kecamatan Prambon sudah ada tiga dapur SPPG, dan dapur Desa Temu layak menjadi rujukan selama aspek keamanan dan kebersihan dijaga.

“Anak-anak kita adalah aset bangsa. Program ini berhasil jika semua pihak saling mengingatkan dan bekerja bersama,” kata Kayan.

 

 

13-03-2026

5-5-2026