
Suasana haru menyelimuti Pendopo Delta Wibawa saat jamaah haji kloter 58 asal Sidoarjo dilepas menuju Tanah Suci, Rabu (6/5). Sejak pagi, keluarga mengantar dengan mata berkaca-kaca, sementara para jamaah tampak menahan degup haru sebelum berangkat.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Sidoarjo Sugandi dan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, yang hadir memberikan doa dan pesan khusus bagi para jamaah. Ia menyebut keberangkatan haji sebagai momen spiritual yang selalu membawa energi kebahagiaan sekaligus kerinduan.
Abdillah Nasih menegaskan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo ikut mengiringi perjalanan kloter 58 dengan doa yang terbaik. Ia menyebut keberangkatan ini sebagai anugerah yang patut disyukuri.
“Langkah suci menuju Baitullah ini bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi perjalanan hati,” ujar Abdillah dengan suara bergetar. Ia menambahkan bahwa setiap jamaah membawa harapan besar keluarga dan daerah.
Abdillah juga memberikan pesan agar jamaah saling menjaga satu sama lain selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. “Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan setiap ritual ibadah. Kami di Sidoarjo akan terus mendoakan,” katanya.
Tak hanya itu, ia menyampaikan harapan agar seluruh jamaah pulang dalam keadaan sehat. “Insyaallah setiap langkah panjenengan dicatat sebagai pahala. Semoga kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur,” tutup Abdillah.
Suasana haru semakin terasa saat keluarga melambaikan tangan seiring bus yang mulai bergerak. Beberapa jamaah tampak meneteskan air mata, tak kuasa menahan rasa haru dan bahagia karena akhirnya mendapat kesempatan berhaji.
Di tengah prosesi keberangkatan itu, salah satu jamaah, Siti , mengaku masih tak percaya akhirnya bisa menapakkan kaki di Tanah Suci. “Saya sudah menunggu lebih dari 10 tahun. Rasanya campur aduk—bahagia, takut, dan terharu. Mohon doanya agar kami diberi kelancaran,” ujarnya.
Siti juga berterima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah daerah. “Kami merasa sangat dihargai. Doa dan perhatian seperti ini membuat kami lebih tenang,” tambahnya.
Dengan doa yang membumbung tinggi dari keluarga, pejabat daerah, dan warga Sidoarjo, para jamaah kloter 58 akhirnya resmi berangkat. Harapan besar pun dipanjatkan—semoga seluruh jamaah mendapatkan kekuatan, perlindungan, dan kembali pulang membawa keberkahan sebagai haji yang mabrur.