Aksi Nyata Siswa SMP Al Muslim: Bantu Warga Lewat Program Young Changemakers

Siska Prestiwati
7 May 2026 15:18
3 minutes reading

Sidoarjo – Program Young Changemakers (YCM) SMP Al Muslim Waru kembali menarik perhatian lewat aksi nyata para siswa kelas VIII dalam menerapkan kepemimpinan dan pemberdayaan masyarakat. Mengusung tagline Dream It, Growth It, & Do It, program ini menjadi implementasi kurikulum kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai ruang belajar yang sesungguhnya.

Kegiatan YCM telah berlangsung sejak September 2025. Para siswa turun langsung ke sejumlah desa untuk melakukan survei, observasi lingkungan, hingga wawancara bersama warga. Hasil temuan tersebut kemudian diolah menjadi proposal aksi yang dipresentasikan dalam uji publik. Sebelum terjun ke lapangan, siswa juga dibekali kemampuan wirausaha melalui kegiatan bazar untuk menghimpun dana operasional secara mandiri.

Puncak aksi berlangsung sepanjang April–Mei 2026. Seluruh siswa kelas VIII terbagi dalam sepuluh tim aksi yang diterjunkan ke Desa Berbek, Tambakrejo, Tambak Sumur, Dusun Wadungasri, Dusun Gedongan, dan Desa Kepuhkiriman. Ragam tema aksi mencakup pengembangan UMKM, pengelolaan sampah, kesehatan mental dan lansia, hingga pertanian organik.

Di Desa Berbek, kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq menurunkan dua tim. Tim 1 menggelar workshop inovasi UMKM pada 13, 15, dan 16 April 2026, sementara Tim 2 mengadakan edukasi kebersihan dan inspeksi pengelolaan sampah bersama DLHK Sidoarjo. Kelas VIII Umar Bin Khattab juga mengirimkan dua tim, masing-masing menjalankan edukasi kesehatan mental di SDN 1 Tambakrejo serta pelayanan kesehatan lansia bersama tenaga medis di Balai RW 05 Tambakrejo.

Aksi lain hadir dari kelas VIII Utsman Bin Affan yang fokus pada pengolahan limbah rumah tangga di Desa Tambak Sumur. Mereka mengajak warga membuat eco enzyme dan sabun dari minyak jelantah. Kelas VIII Ali Bin Abi Thalib menyasar dua dusun melalui penanaman toga serta program penghijauan di Wadungasri Dalam dan Gedongan. Sementara itu, kelas VIII Abdurahman Bin Auf membawa dua program ke Desa Kepuhkiriman, yakni pembuatan pupuk organik cair dari limbah pasar serta edukasi gizi balita dan pemeriksaan kesehatan lansia.

Salah satu aksi yang mendapat perhatian adalah program inovasi UMKM di Desa Berbek. Setelah memberikan pelatihan kewirausahaan, para siswa kembali hadir pada 7 Mei 2026 untuk melakukan pendampingan lanjutan agar usaha warga bisa berjalan berkelanjutan.

Kepala SMP Al Muslim Waru, Ustazah Ika Sriyaningsih, mengapresiasi capaian siswa melalui program YCM. Ia menyebut program ini sebagai wujud nyata visi sekolah dalam melahirkan pemimpin yang peka terhadap persoalan masyarakat. “Kami bangga siswa-siswi mampu memberi kontribusi yang dirasakan langsung warga sekitar,” ujarnya.

Guru pembimbing YCM, Ustazah Eko Puji Lestari, menilai pendekatan survei lapangan menjadi kunci pembelajaran bermakna. “Siswa belajar bukan hanya dari teori, tetapi dari kehidupan nyata. Mereka melihat sendiri bahwa kehadirannya memberi dampak,” jelasnya.

Warga turut merasakan manfaat program ini. Salah satunya Yayuk, pelaku UMKM di Desa Berbek, yang merasa terbantu oleh pendampingan siswa. “Mereka mengajari kami cara mengatur keuangan dan berinovasi. Rasanya seperti punya partner usaha baru,” ujarnya.

Febby, salah satu siswa peserta YCM, juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Kami belajar bahwa ilmu sekolah bisa langsung bermanfaat untuk orang lain,” tuturnya.

Program YCM SMP Al Muslim tahun ajaran 2025/2026 menjadi bukti bahwa pelajar masa kini mampu mengambil peran nyata dalam perubahan sosial. Dengan semangat Dream It, Growth It, & Do It, para siswa terus bergerak membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

 

 

13-03-2026

5-5-2026