
Sidoarjo (Aksara Indonesia.id) – Ramai beredar di media sosial kabar bahwa Syahlendra Haikal R.A, salah satu korban ambruknya mushola Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, meninggal dunia pasca menjalani operasi. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.
Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RSUD R.T. Notopuro, dr. Larona Hydravianto, MKes, SpOT (K), yang menangani langsung Haikal, membantah tegas isu tersebut.
“Kondisi Haikal sangat baik. Dia sudah bisa makan banyak, bahkan hari ini, Kamis (9/10), sudah makan empat kali dan sempat main game online Mobile Legends,” ujar dr. Larona kepada reporter aksara Indonesia. Id , Kamis (9/10/2025).
Larona menambahkan, kondisi Haikal terus menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani operasi. Ia menyebut semangat Haikal yang tinggi turut mempercepat proses pemulihan.
“Secara medis, tidak ada tanda-tanda yang mengarah pada kondisi kritis. Justru progresnya bagus,” tegasnya.
dr Larona juga mengatakan saat dirinya visite, Haikal sempat bertanya kapan dirinya diperbolehkan pulang.
“Besok pagi, kami akan lakukan rapat tim untuk evaluasi menyeluruh kondisi terkini dan membahas planning selanjutnya, ” imbuhnya.
dr. Larona juga meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi dari pihak berwenang.
“Kami berharap masyarakat ikut memberi semangat dan doa terbaik bagi para korban dan keluarga. Jangan malah membuat atau menyebarkan informasi palsu yang bisa memperburuk suasana,” pesannya.
Sebelumnya, Haikal menjadi salah satu korban dalam tragedi ambruknya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Ia berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dan langsung mendapat perawatan intensif di RSUD R.T. Notopuro. Kini, kondisinya dilaporkan terus membaik.