Wagub Emil Tepis Isu Santri Sidoarjo Meninggal Kena Keracunan MBG

Siska Prestiwati
2 Sep 2026 01:03
2 minutes reading

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kabar viral yang menyebutkan belasan santri meninggal dunia akibat keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, dipastikan hoaks.

​Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan tidak ada korban jiwa dalam insiden massal yang menimpa ratusan penerima manfaat MBG tersebut.

​”Informasi ada yang meninggal itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegas Emil saat meninjau penanganan korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026) dini hari.

​Berdasarkan data sementara, sebanyak 431 orang sempat dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban kini sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.

​Emil mengapresiasi kesiapan Pemkab Sidoarjo dan penanganan cepat tenaga medis. Pasien ditangani sesuai kebutuhan, mulai dari rehidrasi, pemberian obat, hingga penanganan khusus bagi pasien yang memiliki riwayat asma atau alergi obat.

​”Langkah pertama yang diambil rumah sakit adalah rehidrasi, kemudian pemberian obat. Penanganannya juga tidak seragam karena melihat kondisi masing-masing pasien,” jelas Emil.

​Tak hanya santri dari Ponpes Manbaul Hikam, keluhan serupa juga dialami oleh siswa dari sejumlah sekolah lain di area Tanggulangin. Dari hasil penelusuran, seluruh korban mengonsumsi makanan dari penyedia yang sama.

​”Kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, namanya SPPG Kalitengah Tanggulangin,” ujar Emil.

​Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah sebenarnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), memiliki sertifikasi halal, dan menggunakan air PDAM. Namun, Emil menyebut kepemilikan izin tidak menjamin 100 persen bebas dari masalah operasional di lapangan.

​”SLHS ini menilai sistem dan sarpras. Tetapi dengan sarpras dan sistem yang ada masih ada ruang, misalnya bahan makanan dari awal atau timing pelaksanaan menyimpang dari SOP yang diverifikasi. Itu bisa menyebabkan masalah,” terangnya.

​Buntut dari kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur umum tersebut.

​”Kami menunggu hasil lab. Untuk sementara SPPG kita berhenti operasional,” kata Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo.

​SPPG Kalitengah tercatat melayani sekitar 2.800 porsi makanan MBG saban harinya untuk siswa sekolah dan santri. Emil menekankan bahwa fasilitas dapur MBG tersebut berdiri sendiri dan bukan milik Ponpes Manbaul Hikam.

​Saat ini, sampel makanan dan air telah diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo bersama pihak kepolisian. Uji laboratorium diperkirakan memakan waktu hingga satu pekan ke depan.

​Guna menyisir korban yang belum terdata, Pemprov Jatim dan Pemkab Sidoarjo menerapkan strategi jemput bola melalui sekolah-sekolah. Selain itu, Dinkes Sidoarjo juga mendirikan posko kesehatan 24 jam yang dilengkapi tim medis di Ponpes Manbaul Hikam untuk memantau pemulihan para santri.

Join Channel Aksaraindonesia.id untuk mendapatkan update berita terbaru setiap hari.
🛡️ STATUS VERIFIKASI
PT Aksara Indonesia Abyudaya
TERVERIFIKASI
Dokumen & Media ini telah terverifikasi resmi oleh
SMSI JAWA TIMUR

AksaraIndonesia.id

Iklan Jitu

Mobil Motor • Properti • Ragam • Lowongan • Kerjasama Advertorial

Harga Bersahabat, Berkualitas, dan Terpercaya

📱 Hubungi Sekarang

Follow Us

Join WhatsApp Channel

Join Channel
x
x
Dany Williams

Dany Williams

Typically replies within an hour

I will be back soon

Dany Williams
Berita Terkini, Ekslusif
di WhatsApp AKSARA Indonesia
Berita Terbaru, Eksklusif di Channel Aksara Indonesia