
Bojonegoro (Aksaraindonesia.id) – Tim SAR gabungan menemukan pencari ikan yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Muhadi (31), warga setempat, ditemukan setelah dua hari pencarian.
Korban ditemukan pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB. Sebelumnya, Muhadi dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di Sungai Bengawan Solo pada Selasa (23/6) malam.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit PH mengatakan korban ditemukan tim SAR saat melakukan penyisiran menggunakan perahu karet Basarnas. Saat itu, jasad korban terlihat tersangkut tali sedotan tambangan pasir di sungai.
Tim yang melakukan penyisiran dengan perahu karet Basarnas melihat jenazah yang terjerat tali sedotan tambangan pasir dengan ciri-ciri pakaian dan keranjang bambu seperti yang dikenakan korban terakhir kali saat mencari ikan,” kata Nanang dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Nanang, posisi korban ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menggunakan perahu karet sebelum dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Dalam proses pencarian, Kantor SAR Surabaya mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Bojonegoro. Pencarian dilakukan bersama sedikitnya 49 personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Bojonegoro, TNI-Polri, Damkarmat, Satpol PP, PMI, relawan, hingga warga sekitar.
Upaya pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU). Dua SRU melakukan penyisiran permukaan sungai menggunakan empat perahu karet sejauh sekitar 3 kilometer, sementara tim lain melakukan pencarian dengan perahu nelayan dan pemantauan darat di sejumlah titik sekitar lokasi kejadian.
Nanang mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan, baik sungai, danau, maupun laut, untuk menghindari kejadian serupa terulang.