Dirut BPJS Kesehatan Bekali 96 Dokter Spesialis Baru Unair, Minta Jaga Mutu Layanan

Siska Prestiwati
23 Jun 2026 15:30
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito membekali 96 calon dokter spesialis baru Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Selasa (23/6/2026). Para dokter diminta memahami sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus menjaga mutu layanan kepada pasien.

Pembekalan itu diberikan sehari sebelum 96 dokter spesialis baru FK Unair dilantik. Prihati mengatakan, pemahaman soal JKN penting karena para lulusan akan langsung terjun ke rumah sakit dan menangani pasien.

“Hari ini saya berterima kasih diberi kesempatan untuk menyampaikan pembekalan kepada para dokter spesialis baru yang besok akan dilantik, sejumlah 96 dari berbagai macam disiplin ilmu. Ini momen yang istimewa dan tepat,” kata Prihati kepada wartawan.

Prihati menilai, dokter perlu memahami tata kelola layanan BPJS Kesehatan sejak awal. Menurutnya, hal itu penting agar pelayanan di rumah sakit berjalan baik dan kepuasan pasien tetap terjaga.

“Kalau pasien puas berarti dokternya puas, direktur rumah sakit puas, pemerintah puas, semuanya puas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prihati juga menyinggung keluhan antrean pasien BPJS yang masih kerap dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut BPJS Kesehatan terus berupaya menekan antrean melalui digitalisasi layanan.

Menurutnya, pasien kini didorong mendaftar lebih dulu secara online sebelum datang ke fasilitas kesehatan. Selain itu, BPJS juga mengatur distribusi dokter spesialis di rumah sakit mitra agar tidak terjadi penumpukan jadwal.

Prihati mengatakan para dokter juga diminta disiplin menjalankan jam praktik sesuai jadwal. Namun, ia meminta masyarakat memahami bila sewaktu-waktu ada keterlambatan akibat penanganan pasien gawat darurat.

“Kita selalu mengingatkan para dokter itu tepat melaksanakan praktik untuk mengurangi antrean. Namun sering kali memang kita terkendala situasi emergency,” tuturnya.

Tak hanya soal layanan, Prihati juga menegaskan pengelolaan pembiayaan JKN dilakukan sesuai aturan. Ia memastikan anggaran yang berasal dari iuran peserta dan negara harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya untuk pelayanan kesehatan.

Sementara itu, Dekan FK Unair Eighty Mardiyan Kurniawati mengatakan pembekalan dari BPJS Kesehatan sengaja diberikan agar para dokter spesialis baru tak hanya menguasai aspek klinis, tetapi juga memahami regulasi jaminan kesehatan.

“Kami ingin dokter spesialis yang nanti bekerja melayani masyarakat itu mengenal BPJS dengan segala aturannya,” kata Eighty.

Ia mengakui, ketidakpahaman terhadap aturan JKN bisa memicu persoalan administratif di lapangan, termasuk klaim layanan rumah sakit yang bermasalah. Karena itu, kampus ingin para lulusan siap bekerja dengan bekal akademik, keterampilan, dan pemahaman regulasi yang utuh.

5-5-2026

Arsip Berita :