

Sumenep (Aksaraindonesia.id) – Apatis politik kini menjadi ancaman yang coba ditepis di kalangan mahasiswa. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengimbau para mahasiswa untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap dunia politik saat menggelar dialog interaktif bersama ratusan mahasiswa dan dosen di Kampus Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep, Selasa (18/8/2026).
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan krusial dalam menjaga keberlangsungan demokrasi serta persatuan bangsa. Masa depan Indonesia, menurutnya, tidak boleh dipikirkan hanya berdasarkan kepentingan pribadi.
”Kalau kita bicara tagline Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, ‘Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur’, maka kita bicara tentang kedaulatan di tangan rakyat,” ujar Ning Lia di hadapan para peserta dialog.
Para mahasiswa diminta untuk membuang jauh sikap pesimistis terhadap politik. Sikap apatis dianggap hanya akan menghambat kontribusi dan partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
”Kalian calon pemimpin. Kalian itu syubbanul yaum, rijalul ghad. Sekarang kalian pemuda, kelak kalian adalah pemimpin,” tegasnya memberi motivasi.
Sebagai ibu dari anak generasi Z, dirinya memiliki perhatian khusus pada cara pandang anak muda terhadap politik. Ia tak ingin generasi penerus bangsa tumbuh tanpa kepedulian terhadap proses demokrasi yang berjalan.
”Jangan sampai anak-anak saya berada di lingkungan yang apatis terhadap politik. Justru mari kita ambil posisi dalam demokrasi ke depan,” tuturnya.
Di sisi lain, pentingnya keteladanan dari para pejabat dan pemangku kepentingan juga disoroti guna menumbuhkan kembali kepercayaan publik, khususnya kaum muda.
”Kalau kita berada dalam unsur pemerintahan, kita harus memberikan uswatun hasanah. Kita memberikan pemahaman tentang demokrasi yang baik,” lanjutnya.
Melalui kunjungan dan dialog di Unija Sumenep ini, ruang diskusi dibuka lebar agar mahasiswa tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktif mengambil peran dalam mengawal demokrasi Indonesia.
”Saya berharap bukan hanya di Kampus Wiraraja. Di kampus mana pun ketika saya bertemu mahasiswa, semoga saya bisa memberikan kesan yang baik kepada mereka tentang dunia politik,” pungkasnya.

