
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 0.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok memicu perhatian DPRD Kabupaten Sidoarjo. Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Larangan, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Kamis (20/8/2026).
Didampingi pengelola pasar, politikus Partai Gerindra tersebut menyisir lapak demi lapak. Ia mengecek langsung pergerakan harga beras, cabai, bawang, kacang tanah, minyak goreng, hingga daging sapi dan ayam.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Bambang melakukan sidak sembako ke Pasar Larangan, Kamis (20/8/2026). Doc : Siska P
”Dari pengakuan para pedagang memang ada kenaikan, tapi tidak banyak untuk komoditas beras,” ujar Bambang usai melakukan sidak di lokasi.
Meski begitu, Bambang menyoroti harga daging sapi yang terpantau masih melonjak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pihaknya berkomitmen memperketat pengawasan pada rantai pasok.
”Hari ini yang masih di atas HET itu daging sapi. Tadi sudah saya tanyakan kenapa harganya naik, nilainya masih di atas HET sedikit,” ungkapnya.
Guna mengantisipasi permainan harga, DPRD Sidoarjo bakal memelototi alur distribusi dari hulu ke hilir—mulai dari peternak, rumah pemotongan hewan, hingga sampai ke tangan pedagang pasar. Bambang menegaskan tidak akan segan mendorong proses hukum jika ditemukan oknum nakal yang sengaja menimbun stok.
”Kita punya fungsi pengawasan. Nanti kita lihat distribusinya, apakah tepat sasaran atau ada yang menimbun. Kalau ada yang menyalahgunakan sampai menimbun, nanti kita selesaikan secara hukum,” tegas Bambang.
Selain daging sapi, komoditas daging ayam juga terpantau merangkak naik, walau harganya masih berada pada batas HET. Bambang menduga keterbatasan pasokan barang di pasaran menjadi salah satu pemicu utama.
”Jangan sampai pelaku usaha menyimpan barang di gudang. Itu nanti berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok,” tegasnya melarang praktik penahanan stok.
Sebagai langkah kongkret menjaga stabilitas harga, Komisi B DPRD Sidoarjo siap berkoordinasi intensif dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo serta Bulog, terutama untuk mengawal penyaluran sembako bersubsidi.
Tak hanya soal harga sembako, Bambang turut menyentil banyaknya lapak dan kios yang dibiarkan mangkrak di Pasar Larangan. Pihaknya berencana memanggil Disperindag untuk melakukan penertiban agar fasilitas tersebut kembali aktif dihuni pedagang.

