Pemkot Surabaya Tingkatkan Kapasitas SDM Perempuan Bangun Usaha Mandiri

Endang Pergiwati
25 Jun 2026 17:37
2 minutes reading

Surabaya (Aksaraindonesia.id) – Perempuan memiliki potensi yang luar biasa. Selain menjalankan peran sebagai istri dan ibu di rumah, perempuan juga mampu menjalankan roda usaha secara mandiri. Sayangnya, banyak perempuan yang belum menyadari potensi tersebut sehingga mengalami banyak kendala saat mencoba membuka usaha sendiri.

Hal ini dipaparkan Eni Setya Wardani AMD., selaku narasumber kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pemberdayaan Perempuan Bidang Ekonomi dengan tema Perempuan Berdaya Ekonomi Keluarga Sejahtera, Perempuan Surabaya Naik Kelas Melalui Inovasi dan kewirausahaan Surabaya Maju dan Inklusif Tahun 2026. Kegiatan ini diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surabaya di Gedung Wanita Surabaya, Kamis (25/7/2026).

Eni Setya mengatakan, banyak para perempuan yang enggan untuk melangkah menjadi seorang pengusaha sukses karena ketakutan-ketakutannya sendiri. Hal inilah yang perlu dibongkar, apabila ingin meraih kesuksesan.

“Setelah menata mindset sebagai seorang wirausaha, perempuan harus berani melakukan inovasi dan membaca peluang marketing saat ini yang cenderung bersifat digital,” ucap Eni Setya di hadapan puluhan perempuan dari berbagai lembaga dan organisasi di Surabaya.

Melihat konteks di Surabaya, Eni mengungkapkan dirinya sangat optimis UMKM warga dapat berkembang pesat. Alasannya, pihak PemerintaH Kota Surabaya telah memberikan ruang dan fasilitas pendukung bagi pengembangan UMKM, di antaranya kegiatan yang memberi ruang untuk UMKM berjualan, proses perizinan usaha yang mudah, hingga pendampingan untuk para pelaku usaha.

Namun bukan berarti mengembangkan usaha mandiri akan berjalan mulus tanpa kendala. Perempuan pengusaha masih memiliki banyak PR (pekerjaan/tugas) harus dilakukan, seperti memperdalam literasi digital, memperoleh modal usaha, memiliki legalitas serta melakukan branding produk.

Selain itu, Eni menekankan, perempuan pengusaha juga harus bisa membangun kolaborasi.

“Dengan kolaborasi, akan mempermudah akses untuk memperoleh pengetahuan, SDM, bahan baku dan pemasaran,” tegasnya.

Eni mengakui adanya kendala kemampuan digitalisasi yang banyak dialami perempuan dewasa hingga usia lanjut, namun kendala ini bisa diatasi dengan kolaborasi dengan kaum muda yang memiliki kemampuan digital yang lebih tinggi.

“Jadi jangan putus asa, tetap berusaha, berinovassi, berkolaborasi, kenali marketing digital, dan terus belajar,” ucapnya penuh semangat.

5-5-2026

Arsip Berita :