

Sidoarjo (Aksaraindonesia.id) – Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik mengecek handphone anggota Polri dan ASN saat apel pagi. Pemeriksaan mendadak itu dilakukan untuk mencegah personel terlibat judi online hingga pinjaman online.
Pemeriksaan berlangsung di lingkungan Polresta Sidoarjo, Selasa (11/8/2026). Rofik memimpin langsung pemeriksaan tersebut bersama Kasi Propam Polresta Sidoarjo Iptu Achmad Gusairi dan anggota Propam.
Satu per satu handphone personel diperiksa sebagai bagian dari pengawasan internal. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya preventif untuk mendeteksi dan mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan anggota maupun institusi.
“Ini merupakan hal yang wajar dalam rangka pengawasan dan pencegahan. Kami ingin memastikan seluruh anggota Polri maupun ASN di lingkungan Polresta Sidoarjo tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi, termasuk judi online dan pinjaman online,” kata Rofik.
Menurut Rofik, pengawasan terhadap personel tidak cukup hanya dilakukan ketika terjadi pelanggaran. Pemeriksaan secara berkala diperlukan sebagai bagian dari pembinaan agar anggota tetap disiplin dan berhati-hati dalam menggunakan perangkat digital.
Dia juga mengingatkan personel untuk menggunakan handphone dan media sosial secara bijak. Teknologi, kata Rofik, seharusnya digunakan untuk menunjang pekerjaan dan aktivitas positif, bukan untuk kegiatan yang melanggar aturan.
“Kami mengingatkan seluruh personel agar bijak menggunakan handphone dan media digital. Jangan sampai teknologi justru digunakan untuk hal-hal yang melanggar aturan atau berdampak buruk terhadap kehidupan pribadi maupun kedinasan,” ujarnya.
Rofik menegaskan anggota Polresta Sidoarjo harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Setiap personel dituntut menjaga disiplin dan integritas serta menjauhi aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun pelanggaran kode etik.
“Lebih baik kita melakukan pencegahan sejak dini. Jangan sampai ada anggota yang terjerumus judi online atau terlilit pinjaman online sehingga kemudian berdampak pada pelaksanaan tugas dan citra Polri,” tegasnya.
Polresta Sidoarjo menyatakan pengawasan dan pembinaan internal akan terus diperkuat. Langkah tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis, namun tetap tegas, untuk menjaga profesionalitas dan integritas personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

